← Kembali ke https://cyrustimes.com/

BKAD Lelang Aset Tak Produktif Guna Genjot PAD Kalteng

https://cyrustimes.com/ • 14 July 2026 19:43
BKAD Lelang Aset Tak Produktif Guna Genjot PAD Kalteng

Langkah Strategis Pemanfaatan BMD Guna Penuhi Target Capaian Fiskal

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah mengambil langkah progresif untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu strategi yang kini digenjot adalah melakukan inventarisasi dan mempersiapkan proses lelang bagi sejumlah aset atau Barang Milik Daerah (BMD) yang dinilai sudah tidak produktif lagi.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap aset yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng memberikan kontribusi yang bernilai ekonomis, sekaligus menekan biaya pemeliharaan terhadap barang-barang yang efektivitasnya telah menurun.

Efisiensi Anggaran dan Penyelamatan Nilai Ekonomis Barang

Proses pelelangan aset tidak produktif ini dinilai sebagai taktik efisiensi anggaran yang sangat rasional. Aset-aset yang mengalami depresiasi nilai atau sudah rusak berat tidak akan lagi membebani belanja daerah untuk pos perawatan, melainkan diubah menjadi sumber pemasukan kas daerah yang baru melalui mekanisme lelang resmi.

BKAD Kalteng saat ini sedang merapikan seluruh kelengkapan administratif dan yuridis dari objek-objek aset tersebut. Hal ini dilakukan agar saat proses lelang dibuka melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), seluruh tahapan dapat berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Harapan Peningkatan Capaian PAD Sektor Aset

Melalui program penataan dan pemanfaatan BMD yang lebih agresif ini, Pemprov Kalteng optimistis target capaian PAD dari sektor pengelolaan kekayaan daerah dapat terpenuhi secara optimal. Pihak BKAD juga mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk proaktif melaporkan kondisi aset di lingkungan kerja masing-masing.

Advertisement

Optimalisasi tata kelola aset ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas administratif keuangan semata, tetapi mampu menjadi salah satu pilar penopang kemandirian fiskal daerah untuk mendanai berbagai program pembangunan infrastruktur serta kesejahteraan masyarakat di Bumi Tambun Bungai.

Sumber: https://cyrustimes.com/
Baca Artikel Asli