← Kembali ke https://kalteng.co/

Sisi Lain Sejarah Trofi Piala Dunia: Dari Drama Pencurian Jules Rimet Hingga Kejayaan Spanyol 2026

https://kalteng.co/ • 20 July 2026 10:18
Sisi Lain Sejarah Trofi Piala Dunia: Dari Drama Pencurian Jules Rimet Hingga Kejayaan Spanyol 2026

KALTENG.CO-Panggung sepak bola tertinggi di dunia resmi melahirkan sang raja baru. Tim nasional Spanyol secara resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final membara di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026).

Gol tunggal tersebut tidak hanya mengunci gelar dunia kedua bagi La Roja, tetapi juga makin mempertegas dominasi mereka di jagat sepak bola global setelah sebelumnya sukses menguasai panggung Piala Eropa.

Namun, di balik selebrasi megah sang kapten saat mengangkat piala bersama Presiden FIFA dan Presiden AS Donald Trump, ada satu fakta menarik yang kerap mengundang rasa penasaran: mengapa Spanyol tidak diperbolehkan membawa pulang trofi asli Piala Dunia?

Regulasi FIFA: Juara Hanya Membawa Pulang Replika

Meski memenangkan turnamen paling bergengsi di planet bumi, La Roja hanya berhak memboyong replika berlapis emas (FIFA World Cup Winner’s Trophy) ke Madrid.

Sejak edisi 2006, FIFA memperketat aturan dengan menyimpan trofi asli secara permanen di markas utamanya di Zurich, Swiss. Trofi emas murni tersebut hanya dikeluarkan saat acara seremoni final, sebelum akhirnya diganti dengan replika untuk dibawa pulang oleh tim pemenang.

Kebijakan ketat ini bukannya tanpa alasan. Jika menilik sejarah panjang turnamen ini, trofi Piala Dunia menyimpan jejak drama, konspirasi Perang Dunia, hingga aksi pencurian yang misterius.

Dua Era Trofi dalam Sejarah Piala Dunia

Sepanjang sejarah penyelenggaraannya sejak 1930, FIFA mencatat ada dua versi trofi utama yang pernah diperebutkan.

+------------------+----------------------------------+------------------------------------+
| Parameter        | Trofi Jules Rimet (1930–1970)    | Trofi FIFA Modern (1974–Sekarang)  |
+------------------+----------------------------------+------------------------------------+
| Perancang        | Abel Lafleur (Prancis)           | Silvio Gazzaniga (Italia)          |
| Desain Utama     | Dewi Kemenangan Yunani (Nike)    | Dua figur manusia menopang bumi    |
| Tinggi / Berat   | ±30 cm / ±3,8 kg                 | 36 cm / 6,142 kg                   |
| Material         | Perak berlapis emas & Lapis Lazuli| Emas Murni 18 Karat               |
| Status Saat Ini  | Hilang (Diduga dilebur pada 1983) | Tersimpan aman di Zurich, Swiss    |
+------------------+----------------------------------+------------------------------------+

Dramatisnya Sejarah Trofi Jules Rimet

Trofi generasi pertama dinamai Jules Rimet sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden FIFA ketiga yang menjadi prakarsa utama lahirnya Piala Dunia. Mengambil inspirasi dari patung Yunani kuno Winged Victory of Samothrace, piala ini memiliki perjalanan sejarah yang sangat dramatis:

Lahirnya Trofi Emas Modern

Pasca-penyerahan permanen trofi Jules Rimet ke Brasil pada 1970, FIFA menggelar desain kompetisi global untuk membuat penggantinya.

Desainer asal Italia, Silvio Gazzaniga, keluar sebagai pemenang lewat karya mahakaryanya yang kita kenal hari ini: dua figur atlet yang sedang mengangkat bola dunia sebagai lambang persatuan dan semangat global sepak bola.

Terbuat dari emas murni 18 karat, memiliki tinggi 36 sentimeter dan bobot mencapai 6,142 kilogram, trofi ikonik ini pertama kali diangkat oleh Jerman Barat pada Piala Dunia 1974. Kini, mahkota emas tersebut resmi diukir kembali dengan nama Spanyol sebagai sang penguasa baru bumi di tahun 2026. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli