← Kembali ke https://kalteng.co/

UPR Bersama SEAMEO BIOTROP Latih Tenaga Pendidik Kuasai Teknologi Lahan Sub-Optimal

https://kalteng.co/ • 23 July 2026 19:07
UPR Bersama SEAMEO BIOTROP Latih Tenaga Pendidik Kuasai Teknologi Lahan Sub-Optimal

PALANGKA RAYA, Kalteng.coUniversitas Palangka Raya (UPR) berkolaborasi dengan SEAMEO BIOTROP melaksanakan kegiatan Pelatihan Nasional Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan Sub-Optimal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mengelola lahan sub-optimal secara berkelanjutan melalui penerapan teknologi praktis.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Teater B, Lantai 6 Gedung PPIIG, Universitas Palangka Raya, Kamis (23/7/2026) kali itu, diisi oleh narasumber dari Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP Dr. rer. net. Doni Yusri, SP., MM. Saat itu, ia mengangkat isu pengelolaan dan pemanfaatan lahan Sub-Optimal yaitu lahan dengan keterbatasan fisik kimia dan biologis, lahan yang mengalami kendala dalam memanfaatkan lahan tersebut dengan perlunya mitigasi lebih untuk lahan tersebut.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan ke lahan setelah kegiatan ini berakhir, pihak Biotrop tetap membuka komunikasi jika ada yang perlu ditanyakan saat mengalami kesulitan dalam menjalankannya. “Harapan kami ada implementasi dari peserta ke lingkungan, supaya ilmu yang didapat dapat bermanfaat untuk sekitar,” kata Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP Dr. rer. net. Doni Yusri, SP., MM.

Sementara itu, Kepala UPA PLG-CIMTROP (Pusat Penelitian Internasional untuk Lahan Gambut) UPR, Dr. Ir. Adi Jaya, M.Si., berharap kolaborasi antara UPR dan SEAMEO BIOTROP dapat terus berlanjut. Menurutnya, Kalimantan memiliki hamparan lahan sub-optimal yang sangat luas, sehingga membutuhkan inovasi dan teknologi pengelolaan yang tepat.

“Lahan yang disebut lahan suboptimal itu banyak di Kalimantan, dan teknologi-teknologi praktis seperti inilah yang kita coba kembangkan dan tadi sudah banyak diberikan melalui pelatihan ini. Itu yang juga menjadi hal yang penting bagi Universitas Palangka Raya,” katanya.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 21 hingga 23 Juli 2026, mencakup materi teori dan praktik. Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai penerapan teknologi biopori serta berbagai teknik pengelolaan lahan sub-optimal lainnya yang diharapkan dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Kegiatan ini diikuti dosen dan tenaga pendidik dari 13 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Kota Palangka Raya. Untuk pesertanya datang dari SMKN 6 Palangka Raya di Kecamatan Rakumpit yang memiliki jarak cukup jauh dari lokasi pelatihan. (bam/aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli