← Kembali ke https://kalteng.co/

Tragedi Desa Tumbang Kalemei, Kapolda Kalteng: Semua Tersangka Ikut Membacok Anggota Kepolisian

https://kalteng.co/ • 23 July 2026 18:24
Tragedi Desa Tumbang Kalemei, Kapolda Kalteng: Semua Tersangka Ikut Membacok Anggota Kepolisian

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Polda Kalimantan Tengah terus mengungkap fakta demi fakta di balik penyerangan brutal terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan saat melakukan pengungkapan kasus narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Dalam perkembangan terbaru, penyidik memastikan seluruh tersangka memiliki peran aktif dalam aksi yang menewaskan tiga anggota Polri tersebut.

Adapun para tersangka yang telah berhasil diamankan ini, yakni Saldy alias Ateng, Isnan Melai Pebriansyah alias Roby, Nimu, Ahmad Riyadi Saputra alias Yadi, M Lupie. Kemudian Bio, Ramblan alias Busu dan Perie. Sebelumnya diketahui bahwa ketiganya ini merupakan otak atau dalang dari aksi penyerangan dan peredaran narkotika yang dimaksud.

Sementara itu, Polda Kalimantan Tengah juga turut mengamankan seorang wanira diketahui bernama Dea Nabila. Perempuan ini disebut-sebut merupakan anak dari seorang ayah yang menjabat sebagai Anggota Dewan dan ibunya merupakan Kepala Desa Tumbang Marak di Kabupaten Katingan.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengungkapkan, hasil penyidikan menunjukkan hampir seluruh pelaku terlibat langsung melakukan pembacokan terhadap para korban. Hanya satu tersangka yang diketahui berperan melakukan penyerangan dengan membawa senjata tajam tanpa ikut membacok korban.

“Semua tersangka yang saat ini kami lakukan penyidikan memiliki perannya masing-masing. Dari hasil penyidikan, seluruh tersangka melakukan pembacokan terhadap anggota kepolisian saat kejadian. Hanya satu orang yang perannya sebatas ikut melakukan penyerangan dengan membawa senjata tajam,” ucapnya kepada media, Kamis (23/7/2026).

Kapolda juga mengungkap fakta baru berdasarkan hasil autopsi terhadap salah satu korban. Penyidik memastikan almarhum Aiptu Yudhi telah meninggal dunia sebelum jasadnya dibuang ke sungai oleh para pelaku usai penyerangan.”Berdasarkan hasil autopsi telah dipastikan bahwa anggota Satresnarkoba yang meninggal dunia telah meninggal terlebih dahulu sebelum jasadnya dibuang ke sungai,” ungkapnya.

Selain mengusut kasus pembunuhan, penyidik masih terus menelusuri asal-usul narkotika yang menjadi pemicu operasi penindakan tersebut. Pendalaman dilakukan bersama Mabes Polri, termasuk mencari senjata api milik almarhum Aiptu Yudhi yang hingga kini belum ditemukan. Sementara itu, barang bukti narkotika yang diamankan berupa dua paket sabu dengan berat sekitar 0,3 gram.

“Untuk senjata api milik almarhum Aiptu Yudhi yang hingga kini belum ditemukan, saat ini masih dalam proses pencarian. Sementara barang bukti narkotika yang diamankan sebanyak dua paket dengan berat kurang lebih 0,3 gram,” katanya.

Irjen Pol Iwan juga menepis anggapan bahwa Desa Tumbang Kalemei merupakan kampung narkoba. Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan kepala desa, mayoritas warga di kawasan tersebut bekerja sebagai petani dan pekebun. Namun, para pelaku diketahui memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat erat sehingga memudahkan mereka beraktivitas secara tertutup.

“Yang perlu saya tegaskan, kampung tersebut bukan kampung narkoba. Mayoritas masyarakat di sana bekerja sebagai petani, pekebun, dan pekerjaan lainnya. Hanya saja, para pelaku memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat erat dan sudah lama tinggal di sana,” jelasnya.

Kapolda menambahkan, sebelum operasi dilakukan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala desa agar mendampingi petugas saat penindakan. Namun kepala desa memilih menunggu di luar lokasi dan menyatakan siap membantu apabila diperlukan.

“Hingga kini, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut, baik terkait jaringan peredaran narkotika maupun keterlibatan para pelaku dalam penyerangan yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan,” pungkasnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli