KALTENG.CO-Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Kiandra Ramadhipa, bersiap kembali turun ke lintasan balap eropa. Pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini membidik gelar juara pada ajang Moto3 Junior Valencia yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, pada Minggu (6/9/2026).
Menjelang balapan krusial tersebut, pembalap berusia 16 tahun asal Sleman, Yogyakarta ini memastikan kondisi fisiknya dalam keadaan optimal. Libur musim panas dimanfaatkannya secara maksimal untuk menjaga kebugaran sekaligus mengisi ulang motivasi bertanding.
“Saya banyak berlatih selama libur musim panas, tetapi juga sempat menikmati beberapa hari bersama keluarga. Bagi saya, penting untuk menyeimbangkan latihan dan istirahat. Sekarang energi saya sudah terisi penuh dan siap menghadapi sisa musim,” ujar Kiandra Ramadhipa dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).
Modal Kemenangan di Portugal dan Rekor Mentereng di Eropa
Ramadhipa bertolak ke Valencia dengan modal performa yang impresif. Sebelum jeda musim panas, ia sukses mengamankan podium tertinggi pada balapan di Portugal.
Capaian tersebut melengkapi rekor istimewa yang diukirnya di kancah balap internasional. Dalam rentang waktu kurang dari satu tahun sejak memulai persaingan di benua biru, pembalap muda Indonesia ini berhasil meraih kemenangan di dua ajang bergengsi, yakni European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Junior World Championship.
Saat ini, Ramadhipa menduduki peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 64 poin. Ia hanya terpaut 30 poin dari pemuncak klasemen, yang membuat peluangnya untuk merangsek ke papan atas masih terbuka lebar.
“Saya telah menjalani tes dan kami mendapatkan data penting untuk balapan berikutnya. Sekarang kami harus menunjukkan bahwa kami masih berada dalam persaingan, mampu kembali ke barisan depan, dan membuktikan bahwa musim ini belum berakhir,” tegasnya optimis.
Tantangan Khas Sirkuit Ricardo Tormo
Sirkuit Ricardo Tormo di Valencia dikenal menyajikan karakter lintasan teknis yang menantang bagi para pembalap. Kendati harus bersaing ketat dengan jajaran talenta lokal Spanyol yang lebih familier dengan karakter sirkuit tersebut, Ramadhipa tidak gentar.
Pengalaman bertanding di sirkuit yang sama pada musim lalu menjadi modal berharga bagi Ramadhipa untuk mempercepat proses adaptasi setelan motor dan strategi balap. Sinergi antara fisik yang bugar, pemanfaatan data hasil uji coba, dan mentalitas juara menjadi kunci utama sang pembalap muda untuk mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi Valencia. (*/tur)