← Kembali ke https://kalteng.co/

Respons Cepat Dampak Kemarau, Pemkab Seruyan Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa-Desa

https://kalteng.co/ • 04 September 2026 17:28
Respons Cepat Dampak Kemarau, Pemkab Seruyan Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa-Desa

KUALA PEMBUANG, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah ancaman musim kemarau.

Langkah konkret ini ditunjukkan melalui peninjauan langsung oleh Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, saat menyaksikan penyaluran bantuan air bersih di sejumlah titik lokasi terdampak.

Setelah sebelumnya menyisir beberapa wilayah seperti Desa Pematang Panjang, penanganan kekeringan ini berlanjut ke Desa Bangun Harja. Kehadiran jajaran pemerintah daerah di lapangan menjadi bentuk respons cepat atas krisis air bersih yang dirasakan warga.

“Hari ini kita mengunjungi beberapa desa. Kemarin telah mengunjungi beberapa desa yang lain, dari Pematang Panjang, sekarang Desa Bangun Harja. Kegiatan kita menyaksikan pembagian air bersih, yang merupakan jawaban atas keinginan masyarakat. Pemerintah hadir untuk membagikan air bersih sehubungan dengan situasi kemarau saat ini,” ujar Ahmad Selanorwanda pada Jumat (4/9/2026).

Sinergi Bersama: Gandeng PMI hingga Dunia Usaha

Penyediaan air bersih di masa tanggap darurat kemarau tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Oleh karena itu, Pemkab Seruyan mengajak keterlibatan lintas sektor — mulai dari Palang Merah Indonesia (PMI), instansi teknis, perbankan, hingga pihak swasta dan dunia usaha di wilayah Seruyan.

Ahmad Selanorwanda menekankan bahwa kolaborasi gotong royong ini sangat memungkinkan dan berdampak besar bagi warga.

Fenomena Air Asin dan Penurunan Kualitas Sumber Air

Kondisi geografis wilayah hilir Sungai Seruyan yang dipengaruhi pola pasang surut menjadi tantangan tersendiri saat kemarau panjang tiba. Debit air sungai yang menyusut drastis menyebabkan instrusi air asin merembes ke sumber-sumber air dangkal dan sumur gali milik warga.

Akibatnya, meski di beberapa lokasi masih terdapat genangan air, kualitasnya sudah tidak layak dikonsumsi maupun digunakan untuk keperluan MCK (mandi, cuci, kakus).

Dampak Kemarau di Wilayah Hilir Sungai Seruyan:
??? Debit sungai menyusut
??? Intrusi air asin ke sumber air warga
??? Air sumur menjadi payau/tidak layak konsumsi

Menanggapi fenomena alam ini, Pemkab Seruyan mengambil langkah sistematis:

  1. Instruksi inventarisasi: Para camat dan kepala desa diminta mendata secara rinci wilayah yang mengalami krisis air.

  2. Penyaluran tepat sasaran: Setiap titik krusial ditargetkan mendapat pasokan air bersih berkapasitas sekitar 5.000 liter.

  3. Peluang perluasan: Pendataan dilakukan secara berkala agar cakupan bantuan terus diperluas sesuai tingkat urgensi di lapangan.

Waspada Karhutla di Tengah Cuaca Ekstrem

Selain memfokuskan perhatian pada pemenuhan air bersih, Pemkab Seruyan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kombinasi cuaca terik, vegetasi mengering, dan angin kencang meningkatkan risiko pemantik api sekecil apa pun menjadi kebakaran besar.

Pemerintah meminta warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta menjaga lingkungan sekitar secara kolektif demi keselamatan bersama selama musim kemarau berlangsung. (fik)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli