← Kembali ke https://kalteng.co/

Sarat Makna dan Multitafsir, Yura Yunita Suarakan Pergulatan Batin Lewat Lagu “Pertiwi”

https://kalteng.co/ • 04 September 2026 07:10
Sarat Makna dan Multitafsir, Yura Yunita Suarakan Pergulatan Batin Lewat Lagu “Pertiwi”

KALTENG.CO-Penyanyi dan penulis lagu Yura Yunita kembali memperkaya lanskap musik Tanah Air melalui karya terbarunya yang bertajuk “Pertiwi”.

Berbeda dari lagu-lagu pop pada umumnya yang cenderung menyampaikan pesan secara langsung, “Pertiwi” hadir sebagai karya eksploratif yang mengajak setiap pendengarnya masuk ke dalam lorong refleksi emosional yang amat personal.

Lagu “Pertiwi” resmi dirilis secara serentak di seluruh platform pemutar musik digital pada 2 September 2026. Bersamaan dengan itu, peluncuran video musik (music video) juga dilakukan untuk menyempurnakan cerita mendalam yang ingin disampaikan Yura kepada para penikmat musiknya.

Makna Lagu “Pertiwi”: Pergulatan Batin dan Keputusan untuk Bersuara

Sejak awal penciptaannya, “Pertiwi” memang tidak dirancang untuk didefinisikan dalam satu frasa yang sederhana. Karya ini menyentuh spektrum emosi yang kompleks—mulai dari rasa takut, kemarahan, hingga keberanian untuk tidak lagi membungkam diri sendiri.

Banyak penikmat musik merasa bahwa “Pertiwi” adalah jenis lagu yang tidak selesai begitu nada terakhir usai. Efek emosionalnya justru baru mulai terasa saat lagu berakhir, menyisakan ruang hampa yang memaksa pendengar berhadapan dengan ingatan masa lalu.

Lagu ini bekerja secara halus menyentuh area-area emosional yang sering dipendam rapat:

“Ada lagu yang selesai ketika musik berhenti. Namun, ‘Pertiwi’ terasa seperti karya yang justru mulai bekerja setelah nada terakhir menghilang.”

Aransemen Megah Iwan Popo dan Sentuhan Vokal Yura Yunita

Dari segi komposisi musikal, lagu “Pertiwi” ditulis oleh Donne Maula dengan pengembangan notasi dari Yura Yunita. Urusan produksi dan aransemen musik dipercayakan penuh kepada produser Iwan Popo.

Hasilnya adalah sebuah aransemen musik yang terdengar megah dan menggelegar, namun tetap menyisakan ruang untuk keheningan yang intim. Karakter vokal Yura yang khas—kuat, berkarakter, namun dipenuhi penghayatan emosional—membuat tema keberanian dalam lagu ini terasa sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Keberanian yang disampaikan Yura bukanlah sosok keberanian heroik yang hadir tanpa rasa takut. Sebaliknya, “Pertiwi” menggambarkan keberanian yang paling jujur: keberanian yang lahir saat seseorang masih merasa gemetar dan ragu, tetapi mantap memilih untuk tetap melangkah dan bersuara.

Karya Multitafsir: Dari Isu Sosial hingga Perjuangan Perempuan

Keunikan utama dari “Pertiwi” terletak pada keterbukaannya terhadap beragam ruang interpretasi. Yura Yunita secara sadar memilih untuk tidak mengunci makna lagu ini ke dalam satu narasi tunggal.

Pendengar diberikan kebebasan penuh untuk menghubungkan lagu ini dengan konteks kehidupan mereka masing-masing, seperti:

  1. Dinamika Sosial: Gambaran perjuangan masyarakat di tengah kondisi sosial sekitar.

  2. Sosok Ibu & Perempuan: Representasi ketabahan perempuan yang selama ini memilih bertahan dalam keheningan.

  3. Perlawanan Ketidakadilan: Suara penolakan terhadap kepasrahan atas perlakuan tidak adil.

  4. Konflik Internal: Pergulatan batin untuk menerima kelemahan dan trauma diri sendiri.

Di tengah tren industri hiburan yang serba instan dan menuntut penjelasan serba cepat, “Pertiwi” justru menawarkan pengalaman kontemplatif bagi pendengarnya.

Kolaborasi Visual Visualisator: Kathleen Malay & Siko Setyanto

Pesan mendalam dari audio “Pertiwi” diterjemahkan lebih lanjut melalui bahasa visual yang estetis dalam video musiknya. Dalam proyek ini, Yura Yunita berkolaborasi dengan Kathleen Malay sebagai sutradara dan Siko Setyanto yang dipercaya sebagai koreografer.

Sinergi antara pengadeganan sinematik dan gerakan gestur tubuh (koreografi) berhasil menciptakan pengalaman audiovisual yang padu. Visualisasi yang dihadirkan tidak sekadar menjadi pemanis, melainkan memperkuat atmosfer emosional yang telah dibangun melalui aransemen musiknya.

Pesan Yura Yunita: Temukan Maknamu dalam Keheningan

Menjelaskan makna di balik perilisan lagunya, Yura Yunita menyampaikan imbauan khusus kepada para penggemarnya agar menikmati lagu ini dalam suasana yang tepat.

“Dengarkan dan nikmati saja lagu dan video musiknya. Cari ruang yang sedikit sunyi, biarkan lagunya selesai. Lalu tunggu beberapa detik dalam hening. Perhatikan siapa yang muncul di kepala. Perhatikan bagian mana yang membuat dada kamu terasa sesak,” ujar Yura.

Pesan tersebut menjadi kunci utama dalam menghayati “Pertiwi”. Lagu ini bukan tentang siapa yang bersuara paling lantang, melainkan tentang keteguhan hati seseorang yang sempat diselimuti rasa takut, namun menolak untuk mundur kembali.

Sebab pada akhirnya, kebenaran sering kali tidak lahir dari teriakan yang paling keras, melainkan dari seseorang yang tangannya masih bergetar tetapi memilih untuk tetap berdiri dan berbicara. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli