← Kembali ke https://kalteng.co/

Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Pemprov Kalteng Sediakan Rumah Oksigen dan Masker Gratis

https://kalteng.co/ • 04 September 2026 06:51
Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Pemprov Kalteng Sediakan Rumah Oksigen dan Masker Gratis

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Menanggapi penurunan kualitas udara yang mulai mengancam kesehatan masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bergerak cepat meminimalkan dampak paparan asap, khususnya bagi kelompok rentan.

Pada Senin (31/8/2026), Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menginstruksikan penyediaan Rumah Oksigen di berbagai titik strategis serta membagikan ribuan masker secara gratis kepada warga.

Rumah Oksigen: Posko Kesehatan Darurat Kabut Asap

Rumah Oksigen didirikan sebagai fasilitas medis darurat yang beroperasi langsung di lapangan. Fasilitas ini ditujukan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan akibat menghirup asap karhutla.

Beberapa layanan dan fasilitas utama yang tersedia di Rumah Oksigen antara lain:

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah agar masyarakat, terutama anak-anak dan lansia, segera mendapatkan akses medis yang layak.

“Di saat udara terasa berat, tugas kita adalah memastikan tidak ada satu pun warga yang merasa sendirian. Silakan datang ke Rumah Oksigen, di sana ada tenaga kesehatan dan bantuan oksigen yang siap melayani,” tegas Agustiar.

Pembagian Ribuan Masker Gratis di Titik Krusial

Selain fasilitas medis darurat, Pemprov Kalteng menyebar armada medis, ASN, dan relawan untuk membagikan masker secara gratis. Aksi ini menyasar lokasi-lokasi dengan mobilitas warga yang tinggi, seperti:

Pembagian masker ini difokuskan sebagai langkah perlindungan paling dasar untuk menjaga organ pernapasan masyarakat dari bahaya partikel halus kabut asap.

Pendataan Kelompok Rentan ISPA dan Asma

Gubernur juga menginstruksikan seluruh jajaran kepala daerah, camat, hingga lurah untuk aktif mendata warga yang memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan asma.

Data tersebut nantinya akan dijadikan prioritas utama penerimaan layanan medis di Rumah Oksigen serta penanganan kesehatan lanjutan. Pemprov Kalteng menegaskan bahwa penanganan dampak karhutla ini berfokus pada keselamatan jiwa tanpa terhambat oleh proses birokrasi yang panjang.

Sinergi Lintas Sektor dan Imbauan untuk Masyarakat

Upaya penanggulangan dampak karhutla di Kalteng dilakukan melalui kolaborasi erat dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, BNPB, BMKG, TNI-Polri, hingga organisasi masyarakat dan perguruan tinggi.

Gubernur Agustiar turut mengimbau seluruh warga Kalteng untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan mandiri dengan cara:

  1. Mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.

  2. Selalu menggunakan masker saat harus beraktivitas di ruang terbuka.

  3. Meningkatkan konsumsi air putih untuk menjaga daya tahan tubuh.

Mengakhiri keterangannya, Pemprov Kalteng menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan dan tenaga medis yang bertugas di lapangan demi menjaga kesehatan seluruh warga Kalimantan Tengah. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli