← Kembali ke https://kalteng.co/

Salat Istisqa di Tengah Karhutla, Fairid Ajak Warga Perkuat Doa dan Ikhtiar

https://kalteng.co/ • 03 September 2026 14:39
Salat Istisqa di Tengah Karhutla, Fairid Ajak Warga Perkuat Doa dan Ikhtiar

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang masih melanda, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di Masjid Kecubung, Rabu pagi (2/9). Salat Istisqa tersebut menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan di Kota Palangka Raya dapat kembali membaik.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa bukan sekadar kegiatan berkumpul bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk merendahkan diri dan memanjatkan doa di tengah kondisi bencana yang sedang dihadapi. “Di sini kita meminta, ya. Tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi merendahkan diri, mencoba mengetuk rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala pada pagi hari ini,” kata Fairid.

Fairid menegaskan, kondisi karhutla di Kota Palangka Raya masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan informasi yang diterimanya hingga malam sebelum pelaksanaan Salat Istisqa, jumlah titik api yang terpantau sempat berada di kisaran 1.200 hingga 1.300 titik per hari sampai Minggu. Jumlah tersebut kemudian mengalami penurunan mulai Senin hingga malam sebelum pelaksanaan Salat Istisqa. Meski demikian, titik api masih berada di kisaran 800 titik.

“Jadi kami beserta seluruh jajaran Forkopimda, TNI, Polri, semaksimal mungkin melaksanakan tanggung jawab untuk mengurangi dan mengatasi kejadian karhutla yang ada di Kota Palangka Raya,” ujar Fairid. Menurut Fairid, penanganan karhutla secara teknis perlu diiringi dengan ikhtiar spiritual dan doa dari masyarakat. Karena itu, Salat Istisqa menjadi bagian dari upaya bersama, khususnya bagi umat Islam, untuk memohon pertolongan Allah SWT dan berharap hujan segera turun.

“Saya hanya mengajak Bapak Ibu sekalian untuk melaksanakan sesuai dengan ajaran agama Islam kita. Sekali lagi, di sini mungkin saya harapkan ikhtiar dan doa kita sebagai masyarakat Kota Palangka Raya,” tuturnya. Selain mengajak masyarakat memperkuat doa dan mendukung upaya penanganan karhutla, Fairid juga berharap kondisi bencana tidak diperburuk oleh penyebaran informasi negatif yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan ketenangan masyarakat.

Pemerintah bersama unsur terkait, lanjutnya, akan terus berupaya melakukan penanganan karhutla. Di sisi lain, masyarakat diharapkan turut berperan menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Dengan kondisi cuaca kering yang masih berlangsung, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat dinilai penting untuk mencegah meluasnya karhutla sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.(aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli