← Kembali ke https://kalteng.co/

Bongkar Kisah Kelam dan Rahasia Freddie Mercury, Mary Austin Kenang Momen Terakhir Bersama Sang Vokalis Queen

https://kalteng.co/ • 02 September 2026 15:07
Bongkar Kisah Kelam dan Rahasia Freddie Mercury, Mary Austin Kenang Momen Terakhir Bersama Sang Vokalis Queen

KALTENG.CO-Menjelang peringatan 80 tahun kelahiran mendiang vokalis legendaris Queen, Freddie Mercury, Mary Austin akhirnya memecah kesunyian. Perempuan yang pernah mengisi posisi kekasih sekaligus sosok terdekat dalam hidup Mercury ini membagikan kisah pribadi yang terpendam selama puluhan tahun.

Lewat wawancara terbuka bersama The Guardian serta perilisan buku memoar dan arsip lirik bertajuk Freddie Mercury: A Life in Lyrics, Austin mengungkap sisi manusiawi sang frontman flamboyan di luar panggung kemegahan rock.

Berikut 7 kenangan dan rahasia pribadi Freddie Mercury yang jarang diketahui publik:

1. Topeng “Bravado” untuk Menyembunyikan Rasa Tidak Pede

Di atas panggung, Freddie dikenal sangat percaya diri dan ekspresif. Namun, saat pertama kali bertemu pada awal 1970-an, Austin melihat sisi lain. Sikap percaya diri Freddie yang meledak-ledak di awal hubungan sebenarnya adalah “bravado” atau benteng pertahanan untuk menutupi sifat aslinya yang pemalu serta rasa ketidakpastian dalam dirinya.

2. Ikatan Psikologis dari Masa Kecil yang Hilang

Keduanya tumbuh dalam latar belakang yang kontras namun memiliki luka serupa. Austin dibesarkan oleh orang tua penyandang disabilitas rungu dengan kondisi ekonomi sulit, sementara Freddie (Farrokh Bulsara) dikirim ke sekolah berasrama di India sejak usia 7 tahun dan jarang bertemu orang tuanya. Austin menyebut bahwa mereka saling mengenali “rasa sedih” akibat masa kecil yang seolah terenggut.

3. Rahasia Menyembunyikan Identitas Keturunan Parsi

Di awal kariernya, Freddie cenderung menutupi latar belakang etnis Parsi-India. Menurut Austin, Freddie bahkan secara sengaja menghindari paparan sinar matahari agar kulitnya tidak menggelap demi bisa berbaur dengan kultur musisi Inggris pada era tersebut. Di rumah pun, Freddie enggan berbicara bahasa Gujarati di depan Austin dan selalu membalas orang tuanya dalam bahasa Inggris.

4. Bantuan Pertama Membeli Piano untuk Lagu-Lagu Hits Queen

Ketika karier Queen mulai merangkak naik, Freddie tiba-tiba menyadari kebutuhan mendesaknya akan sebuah alat musik untuk berkreasi. Austin-lah sosok yang secara telaten mencari dan mendatangkan piano pertama ke tempat tinggal mereka—alat musik yang kelak dipakai Freddie untuk melahirkan karya-karya monumental Queen.

5. Queen Hampir Dinamai “Build Your Own Boat”

Sebelum nama Queen disepakati, gitaris Brian May sempat melontarkan ide nama band yang dinilai cukup unik sekaligus aneh: Build Your Own Boat. Austin mengaku sempat mendengar ide nama tersebut dan menganggapnya nama yang kurang cocok, sebelum akhirnya Freddie teguh memilih nama Queen.

6. Rasa Lega Saat Mengungkap Identitas Seksualitas

Sebelum Freddie secara jujur mengaku menyukai pria, hubungan romantis mereka sempat diwarnai kebingungan. Ketika ikatan mereka bertransformasi dari kekasih menjadi sahabat sejati, Austin justru merasa lega. Keputusan tersebut menghapus keraguan masa depan dan melahirkan ikatan persahabatan yang jauh lebih kuat hingga akhir hayat Freddie.

7. Kata-Kata Terakhir Sebelum Berpulang

Di hari-hari terakhirnya pada November 1991 saat berjuang melawan komplikasi AIDS, Austin selalu setia mendampingi di sisi tempat tidur Freddie.

Ketika Freddie tersadar dari pengaruh obat-obatan dan melihat Austin menggenggam tangannya, ia menyampaikan salah satu sepatah kata terakhirnya: “My old faithful” (Si setia ku yang lama). Kata-kata ini menjadi simbol betapa berharganya sosok Mary Austin dalam perjalanan hidup ikon musik dunia tersebut. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli