← Kembali ke https://kalteng.co/

Bukan Sekadar Orasi saat Berdemo, Gubernur Agustiar Sabran Ajak Mahasiswa Cek Karhutla: Langsung Terobos Lahan Gambut

https://kalteng.co/ • 02 September 2026 06:31
Bukan Sekadar Orasi saat Berdemo, Gubernur Agustiar Sabran Ajak Mahasiswa Cek Karhutla: Langsung Terobos Lahan Gambut

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Usai didesak massa mahasiswa dalam aksi lanjutan di Kantor Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran akhirnya turun langsung meninjau titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (1/9/2026) sore.

Pertemuan antara gubernur dan mahasiswa tersebut menghasilkan kesepakatan agar orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai itu melihat langsung kondisi karhutla di lapangan. Agustiar kemudian bersama jajaran pemerintah daerah dan sejumlah mahasiswa mendatangi titik hotspot di Jalan Hendrik Timang, tepatnya kawasan Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut Universitas Palangka Raya.

Untuk mencapai lokasi, Agustiar tidak hanya melihat dari sisi jalan. Ia bersama rombongan harus menempuh perjalanan darat ratusan meter dengan medan cukup berat menuju titik api. Setibanya di lokasi, gubernur mengecek langsung kondisi lahan sekaligus melihat sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mempercepat penanganan karhutla.

Menurut Agustiar, pemerintah harus hadir karena dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tetapi juga berimbas terhadap kesehatan masyarakat. Kabut asap yang muncul dapat memperbesar risiko gangguan pernapasan, terutama ketika kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sedang meningkat.

“Namanya ISPA ini, walaupun tidak berdampak dari karhutla, perubahan iklim juga menyebabkan ISPA banyak. Tapi sekarang dengan adanya karhutla bertambah lagi ISPA. Tentunya kami hadir untuk itu, hadir dan mencermati,” kata Agustiar.

Ia menegaskan, pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat karhutla di Kalteng. Menurutnya, status tersebut membuat penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup berbagai dampak yang dirasakan masyarakat, termasuk persoalan kesehatan dan aktivitas ekonomi.

“Dua hari yang lewat kami mencantumkan bahwa Kalimantan Tengah tanggap darurat, bukan siaga darurat. Kalau siaga itu untuk mitigasi dan preparedness, kalau sudah darurat itu semuanya menyangkut semuanya,” tegasnya.

Dalam kondisi tersebut, Agustiar memastikan pemerintah juga memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Ia menyebut pelayanan kesehatan bagi warga, termasuk mereka yang mengalami ISPA, menjadi salah satu perhatian pemerintah selama masa tanggap darurat.

“Untuk kesehatan cukup dengan KTP saja. Apalagi yang terdampak ISPA, gratis. Walaupun tidak dalam kondisi ini gratis juga, apalagi ISPA lagi momennya sekarang,” ujarnya.

Terkait penanganan karhutla agar tidak kembali berulang pada tahun berikutnya, Agustiar mengaku pemerintah mulai melakukan evaluasi dan pemetaan titik rawan.

Ia menyebut pemasangan sumur bor juga harus dilakukan dengan perencanaan matang berdasarkan lokasi yang telah dipetakan, sehingga sarana tersebut benar-benar efektif ketika kebakaran terjadi.

“Pemerintah akan memperkuat koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan masyarakat untuk menyusun langkah pencegahan ke depan,” pungkasnya. (oiq)

 

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli