KALTENG.CO-Serial animasi lokal Indonesia kembali mencuri perhatian publik. Berjudul Melangkah dari Timur, animasi ini mendadak viral di berbagai platform media sosial setelah menyuguhkan kisah emosional seorang anak laki-laki asal Indonesia Timur bernama Baha yang berjuang mengejar mimpi di tengah segala keterbatasan ekonomi.
Siapa sangka, di balik alur ceritanya yang menyentuh, sosok Baha ternyata diinspirasi dari kisah nyata kehidupan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Inspirasi Realitas Masa Kecil Menteri ESDM
Produser serial Melangkah dari Timur, Eminensi, membenarkan bahwa sosok Baha merupakan representasi dari masa kecil Bahlil Lahadalia. Serial berdurasi 8 episode ini merangkum perjalanan hidup Bahlil sejak menduduki bangku Sekolah Dasar (SD), SMP, hingga lulus SMA.
“Iya benar, ini series animasi 8 episode yang menceritakan tentang kehidupan masa kecil dari SD, SMP sampai SMA dari Menteri Bahlil Lahadalia,” ujar Eminensi.
Cerita yang diusung mengadaptasi banyak pengalaman nyata Bahlil. Salah satu adegan ikonis menggambarkan bagaimana Baha harus belajar menggunakan penerangan seadanya dari lampu minyak (pelita). Gambaran perjuangan menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi tersebut dipadukan dengan kemasan dramatis agar ramah dinikmati oleh berbagai kalangan penonton.
Menariknya, gagasan pembuatan animasi ini sama sekali bukan berasal dari Bahlil. Menurut Eminensi, Bahlil bahkan tidak mengetahui bahwa perjalanan masa kecilnya sedang diadaptasi ke dalam bentuk animasi saat proyek awal dirancang.
Produksi Kilat Pertautkan Bandung dan Narasi Alur Maju-Mundur
Proses pengerjaan Melangkah dari Timur memakan waktu relatif singkat, yaitu sekitar tiga bulan dari tahap diskusi hingga pengembangan konsep. Dalam visualisasinya, tim produksi bekerja sama dengan Patopo Animation, studio animasi kenamaan asal Bandung.
Dari segi format, serial ini dikemas dalam durasi singkat sekitar 7 menit per episode. Alur ceritanya dibuat unik dengan mengombinasikan adegan masa lalu Baha dan narasi ketika sosok tersebut telah beranjak dewasa, sehingga penonton dapat melihat benang merah perjuangan masa kecil dengan pencapaiannya di masa depan.
Tembus Rintangan Rilis dan Bebas Diakses di YouTube
Awalnya, serial animasi ini ditargetkan rilis pada 7 Agustus 2026 sebagai kado bertepatan dengan ulang tahun Bahlil Lahadalia yang ke-50. Namun akibat beberapa kendala teknis, Melangkah dari Timur akhirnya resmi diluncurkan pada 25 Agustus 2026.
Serial ini disajikan secara cuma-cuma melalui kanal YouTube agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat biaya.
“Kita kasih nonton gratis di YouTube karena mau kasih motivasi ke masyarakat luas. Kalau ke layar lebar, mungkin dibutuhkan dana yang besar,” tambah Eminensi.
Kehadiran Melangkah dari Timur diharapkan tidak sekadar menjadi sarana hiburan media sosial, melainkan mampu menyebarkan pesan moral mendalam tentang pentingnya ketekunan, pendidikan, dan keberanian bermimpi besar bagi generasi muda Indonesia, terlepas dari latar belakang maupun keterbatasan yang dimiliki. (*/tur)