KALTENG.CO-Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar secara tegas menyatakan tidak akan ikut dalam bursa pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU. Langkah ini diambil demi menjaga fokus penuh dalam mengemban amanah di pemerintahan dan membina kerukunan umat beragama di Indonesia.
Komitmen Mengabdi di Kementerian Agama
Keputusan Nasaruddin untuk menarik diri dari dinamika kontestasi pimpinan PBNU didasari oleh besarnya tanggung jawab di kementerian. Menurutnya, membantu Presiden Prabowo Subianto dalam mengelola kehidupan beragama yang harmonis membutuhkan konsentrasi serta waktu secara optimal.
Langkah ini dinilai sebagai keputusan terbaik, tidak hanya bagi efektivitas kinerja Kementerian Agama ke depan, tetapi juga demi mendukung perkembangan NU secara independen dari luar struktur kepengurusan.
Permohonan Maaf kepada Para Pendukung
Menanggapi besarnya arus dukungan dari berbagai daerah yang menginginkan dirinya memimpin PBNU, Nasaruddin menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf yang mendalam. Ia berharap para pendukung dan warga Nahdliyyin dapat memahami pilihan politik pengabdian yang ditempuhnya saat ini.
Meski tidak berada di dalam bursa calon ketua umum, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung NU agar senantiasa berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Muktamar ke-35 NU di Jombang dan Arah Kepemimpinan Baru
Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Forum tertinggi organisasi yang digelar setiap lima tahun sekali ini mempertemukan para ulama, kiai, pengurus, serta perwakilan warga Nahdliyyin dari seluruh Indonesia hingga mancanegara.
Dengan kepastian absennya Menag Nasaruddin Umar dari bursa calon, konstelasi pemilihan Ketua Umum PBNU diprediksi semakin terbuka bagi tokoh-tokoh dan kiai potensial lainnya untuk memimpin PBNU periode mendatang. (*/tur)