← Kembali ke https://kalteng.co/

Karhutla Menggila di Palangka Raya, Ratusan Titik Kebakaran Kepung 5 Kecamatan

https://kalteng.co/ • 28 August 2026 01:12
Karhutla Menggila di Palangka Raya, Ratusan Titik Kebakaran Kepung 5 Kecamatan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Musim kemarau membuat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya semakin mengkhawatirkan. Sejak awal Juni hingga 26 Agustus 2026, ratusan kejadian kebakaran tercatat terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, kebakaran tersebut menghanguskan lahan dengan total luas mencapai ratusan hektare. Kondisi ini membuat personel gabungan bersama relawan terus disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Manager Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet mengatakan, personel saat ini rutin melakukan pemantauan dan siap bergerak apabila mendapat laporan kebakaran dari masyarakat.

“Sejak 1 Juni hingga 26 Agustus 2026 kami mencatat ada 362 kejadian karhutla di Kota Palangka Raya. Seluruh personel BPBD bersama relawan terus bersiaga untuk merespons setiap potensi kebakaran yang terjadi,” kata Balap, Kamis (27/8/2026).

Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan catatan kejadian paling tinggi. Dari data BPBD, Jekan Raya tercatat sebanyak 247 kejadian, disusul Sabangau dengan 75 kejadian dan Pahandut sebanyak 31 kejadian. Sementara Bukit Batu mencatat delapan kejadian dan Rakumpit satu kejadian.

Tingginya kejadian kebakaran tersebut membuat Pemkot Palangka Raya menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 1 Juni 2026. Status tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mengoptimalkan pengerahan sumber daya dalam menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau.

“Penetapan status siaga dilakukan agar seluruh sumber daya yang ada dapat digerakkan secara maksimal, baik untuk kegiatan patroli, pencegahan, maupun pemadaman ketika ditemukan titik api,” jelasnya.

BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, relawan dan instansi terkait juga terus memperkuat patroli serta koordinasi di wilayah yang dianggap rawan. Masyarakat diminta ikut berperan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara pembakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan meluasnya karhutla di Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli