KALTENG.CO-Aktivis kemanusiaan sekaligus musisi Chiki Fawzi membagikan pengalaman mencekam saat menjadi relawan penanggulangan bencana di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Misi kemanusiaan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 tersebut meninggalkan dampak trauma mendalam serta gangguan kondisi psikis baginya akibat guncangan gempa susulan yang terjadi tiada henti.
Pengalaman berharga tersebut menjadi bukti nyata bahwa situasi darurat bencana tak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga mengguncang kesehatan mental warga terdampak hingga para relawan di lapangan.
Gempa Susulan Tiap 15 Menit Buat Waktu Istirahat Terganggu
Kepada awak media usai kembali dari NTT, Chiki Fawzi menceritakan bahwa intensitas gempa susulan di Manggarai Timur terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat. Getaran terus terasa meski dirinya dan para relawan sedang berada di area terbuka.
“Gempanya itu sering, jedanya paling cuma 30 menit, 15 menit. Kalau misalnya kita lagi duduk di lapangan, itu terasa,” ujar Chiki Fawzi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan yang dikutip, Selasa (25/6/2026).
Kondisi mencekam tersebut membuatnya sulit mendapatkan waktu tidur yang cukup. Selama empat hari berada di lokasi bencana, Chiki mengaku hanya bisa tidur selama dua hingga tiga jam per hari karena terus berada dalam mode waspada tinggi. Rasa cemas dan anxiety membuatnya sering terbangun mendadak demi menyelamatkan diri.
Gedung Rontok Akibat Gempa Susulan M 6,0
Ketakutan Chiki semakin meningkat ketika gempa susulan berkekuatan Magnitudo 6,0 kembali menguncang kawasan tersebut. Dsyatnya guncangan bahkan membuat struktur bangunan permanen di sekitar area tenda pengungsian mengalami kerusakan parah.
-
Intensitas Tinggi: Gempa susulan terjadi berulang kali setiap 15–30 menit.
-
Dampak Fisik: Sebuah gedung di dekat area tenda relawan rontok diterjang guncangan M 6,0.
-
Dampak Psikologis: Rasa cemas berlebih (anxious), refleks panik saat tidur, hingga trauma psikis.
Meskipun harus menghadapi tekanan mental yang berat, putri dari ikang Fawzi ini tetap bertahan di lokasi untuk menyalurkan bantuan logistik serta mendampingi warga melewati masa-masa krisis pascabencana.
Pentingnya Dukungan Kesehatan Mental Pasca-Bencana
Kisah Chiki Fawzi menegaskan pentingnya penanganan trauma (trauma healing) dan dukungan psikososial dalam setiap operasi tanggap darurat. Kehadiran fasilitas kesehatan mental tidak hanya krusial bagi masyarakat lokal yang kehilangan tempat tinggal, tetapi juga bagi para relawan yang bekerja di bawah ancaman bahaya secara terus-menerus. (*/tur)