KALTENG.CO-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mulai mematangkan penetapan Daftar Peserta Tetap (DPT) yang akan menghadiri perhelatan Muktamar ke-35 NU.
Forum tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengungkapkan bahwa berdasarkan data verifikasi hingga Sabtu (22/8), terdapat 556 kepengurusan di tingkat cabang (PCNU) maupun wilayah (PWNU) yang telah dinyatakan lolos dan berhak menjadi peserta resmi.
Meski angka 556 kepengurusan sudah tercatat, jumlah tersebut dipastikan belum bersifat final. Panitia penyelenggara saat ini masih menyelesaikan proses verifikasi terhadap beberapa kepengurusan NU yang berada di wilayah Papua.
“Kalaupun nanti ada penambahan, hanya terkait proses di Papua yang saat ini masih diselesaikan, jadi jumlahnya tidak jauh berbeda,” ujar Gus Ipul.
Kepastian DPT Jadi Pijakan Persiapan Teknis
Penetapan DPT ini menjadi milestones penting dalam tahapan menuju Muktamar ke-35 NU. Kepastian jumlah peserta dari berbagai daerah akan menjadi acuan utama bagi panitia untuk mematangkan seluruh persiapan logistik dan teknis pelaksanaan di lapangan.
Selain kesiapan akomodasi dan sarana pendukung, panitia juga menerapkan sistem registrasi ketat menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) serta QR Code. Langkah modernisasi ini diambil guna memastikan validitas data peserta dan menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Peserta dengan data yang tidak valid dipastikan tidak akan diberikan akses masuk ke arena muktamar.
Penetapan lokasi Muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sendiri sebelumnya telah disahkan melalui Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada 7 Juli 2026. Menurut agenda, pembukaan Muktamar ke-35 NU yang dipusatkan di Lapangan Untung Suropati Tambakberas juga dijadwalkan bakal dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 27 Agustus 2026.
Seruan “Muktamar Gembira” dan Harapan Sikap Waspada Isu
Menjelang hari H pelaksanaan, Gus Ipul yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Menteri Sosial mengimbau seluruh warga Nahdliyin untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dan ketertiban lingkungan. Muktamar diharapkan menjadi ruang silaturahmi yang menyejukkan serta mempererat tali persaudaraan antar-kader dari seluruh pelosok Tanah Air.
“Kita ingin menghadirkan Muktamar gembira. Datang dengan gembira, bermusyawarah dengan gembira, dan pulang membawa semangat untuk bersama-sama membesarkan NU,” tegasnya.
Secara khusus, Gus Ipul juga menekankan agar para peserta dan masyarakat umum tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu spekulatif atau informasi yang tidak terverifikasi (hoax) yang kerap bermunculan menjelang gelaran acara besar.
“Jangan mudah terpancing isu, kabar bohong yang sengaja dilemparkan menjelang Muktamar. Kalau ada informasi, cek dulu sumbernya. Mari kita jaga muktamar ini agar berlangsung teduh dan tertib,” pungkas Gus Ipul. (*/tur)