← Kembali ke https://kalteng.co/

?Karhutla Kalteng 2026 Cetak Rekor Terendah Sejak 1997, Pengendalian Kebakaran Dinilai Kian Efektif

https://kalteng.co/ • 24 August 2026 17:21
?Karhutla Kalteng 2026 Cetak Rekor Terendah Sejak 1997, Pengendalian Kebakaran Dinilai Kian Efektif

??PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Provinsi Kalimantan Tengah mencatat capaian penting dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan hingga 1 Agustus 2026, luas areal yang terdampak karhutla tercatat sebesar 7.634,46 hektare, menjadi angka terendah dalam sejarah pencatatan karhutla di Kalimantan Tengah sejak 1997. ? ? ?

Capaian tersebut menjadi indikator positif atas berbagai langkah pencegahan dan penanganan yang selama ini dilakukan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan. Meski data tersebut masih bersifat sementara karena hanya mencakup periode Januari hingga awal Agustus 2026, angkanya menunjukkan tren yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ? ? ?

Jika menilik data historis, Kalimantan Tengah pernah mengalami bencana karhutla dalam skala sangat besar. Pada 1997, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 2 juta hektare, yang menjadi catatan tertinggi sepanjang sejarah, seiring terjadinya fenomena El Niño yang sangat kuat. ? ? ?

Selanjutnya, luas karhutla tercatat sebesar 295.202 hektare pada 2002, kemudian melonjak menjadi 1.722.030 hektare pada 2006 ketika El Niño kembali melanda. Pada tahun-tahun berikutnya, luas kebakaran sempat menurun menjadi 247.942 hektare pada 2009 dan 183.264 hektare pada 2012. ? ?

?Namun kondisi kembali memburuk pada 2015 saat El Niño kuat menyebabkan luas karhutla mencapai 583.833,44 hektare. Setelah itu, luas kebakaran berangsur menurun menjadi 317.749 hektare pada 2019 dan 165.896,44 hektare pada 2023. ? ? ?

Dibandingkan catatan historis tersebut, capaian tahun 2026 menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Luas karhutla hingga awal Agustus tahun ini hanya sekitar 0,38 persen dari angka tahun 1997 atau turun sekitar 99,62 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2006, penurunannya mencapai sekitar 99,56 persen, sedangkan dibandingkan dengan tahun 2015 turun sekitar 98,69 persen. ? ?

?Menariknya, capaian ini diraih ketika Kalimantan Tengah menghadapi kondisi El Niño kuat, yang secara umum meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan akibat berkurangnya curah hujan dan meningkatnya kekeringan di sejumlah wilayah. ? ? ?

Keberhasilan menekan luas karhutla di tengah kondisi iklim yang menantang tersebut menunjukkan bahwa strategi pencegahan, pemantauan titik rawan, kesiapsiagaan personel, hingga respons cepat terhadap kejadian kebakaran mulai memberikan hasil yang nyata. ? ? ?

Meski demikian, pemerintah mengingatkan bahwa potensi karhutla masih tetap harus diwaspadai. Musim kemarau yang masih berlangsung dapat memicu munculnya titik-titik api baru apabila tidak diantisipasi secara maksimal. ? ? ?

Karena itu, penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan patroli di wilayah rawan, pengawasan terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar, serta percepatan penanganan di lapangan tetap menjadi fokus utama dalam upaya menjaga capaian positif tersebut. ? ? ?

Komitmen pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah juga mendapat perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pada 22 Agustus 2026, Presiden melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya untuk meninjau penanganan karhutla sekaligus memimpin rapat koordinasi bersama Gubernur Kalimantan Tengah, Forkopimda, dan berbagai pihak terkait di Posko Aju Bandara Tjilik Riwut. ? ? ?

Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya pemantauan kondisi lapangan secara berkelanjutan serta penguatan langkah mitigasi guna mencegah meluasnya kebakaran. Pemerintah pusat juga memastikan dukungan sarana dan prasarana akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan. ? ?

?Dukungan tersebut mencakup penambahan armada helikopter, peralatan pemadaman, hingga pembangunan sumber-sumber air melalui pengeboran sumur untuk memperkuat upaya penanganan karhutla. ? ? ?

Tindak lanjut arahan Presiden langsung dilakukan dengan percepatan pengiriman bantuan tahap pertama yang mulai tiba di Kalimantan Tengah pada 23 Agustus 2026. Selain itu, Kodam XXII/Tambun Bungai juga bergerak melakukan survei lokasi pembangunan sumur bor guna memperkuat ketersediaan sumber air di kawasan rawan kebakaran. ? ? ?

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga tren penurunan karhutla di Kalimantan Tengah. ? ? ?

Dengan luas karhutla yang hingga 1 Agustus 2026 tercatat sebesar 7.634,46 hektare, Kalimantan Tengah berhasil membukukan capaian terbaik dalam hampir tiga dekade terakhir. Ke depan, keberhasilan ini diharapkan dapat terus dipertahankan melalui penguatan langkah pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, serta respons cepat terhadap setiap potensi kebakaran, demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang lebih hijau, sehat, dan bebas asap. (pra)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli