← Kembali ke https://kalteng.co/

Karhutla Palangka Raya Tembus 306 Kejadian, DPRD Dorong Sekolah Libur Jika Udara Memburuk

https://kalteng.co/ • 24 August 2026 15:53
Karhutla Palangka Raya Tembus 306 Kejadian, DPRD Dorong Sekolah Libur Jika Udara Memburuk

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hingga 21 Agustus 2026, tercatat 306 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 264,79 hektare.

Tingginya angka tersebut membuat DPRD Kota Palangka Raya meminta penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman. Upaya pencegahan dan perlindungan masyarakat juga dinilai perlu diperkuat, terutama ketika kebakaran mulai berdampak terhadap kualitas udara.

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, mengatakan ratusan kejadian karhutla menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap kawasan rawan harus semakin diperketat.

“Dengan angka kejadian yang sudah mencapai ratusan, tentu ini menjadi perhatian kita bersama. Pencegahan harus lebih diutamakan. Sebab, ketika kebakaran sudah terjadi dan meluas, penanganannya akan jauh lebih sulit,” ujarnya, Sabtu (22/8).

Menurut Syaufwan, kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut dan semak belukar perlu mendapat perhatian khusus. Pemerintah daerah bersama BPBD, aparat, relawan, hingga masyarakat diminta memperkuat pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi munculnya api.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Syaufwan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca yang relatif kering membuat api kecil berpotensi cepat merambat dan sulit dikendalikan.

“Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai pembakaran kecil kemudian tidak terkendali dan akhirnya menjadi karhutla yang berdampak luas, termasuk terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain ancaman kebakaran, DPRD turut menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan dan anak-anak. Kabut asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila kualitas udara terus memburuk.

Karena itu, Syaufwan meminta aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan pembelajaran di tengah kondisi karhutla.

“Kalau kondisi udara sudah tidak sehat, kita berharap sekolah bisa diliburkan untuk sementara. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan juga kami harapkan dapat membagikan masker gratis kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, penanganan karhutla harus dilakukan sejak indikasi awal muncul. Kecepatan informasi dan respons di lapangan menjadi kunci agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Kita berharap penanganan di lapangan semakin cepat dan sinergi antarinstansi terus diperkuat. Masyarakat juga jangan ragu melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau titik api,” pungkasnya.

DPRD Palangka Raya berharap seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan selama musim rawan karhutla. Selain mempercepat pemadaman, langkah pencegahan dan perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas agar dampak kebakaran tidak semakin meluas. (aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli