KALTENG.CO-Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Seorang mahasiswi berinisial ALSU (24) ditetapkan sebagai tersangka setelah melahirkan bayinya sendirian di dalam kamar indekos kawasan Jalan Gubeng Kertajaya.
Bayi yang baru dilahirkan tersebut akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat kelalaian dan ketiadaan penanganan medis.
Informasi ini terungkap melalui video interogasi yang diunggah oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, melalui akun Instagram pribadinya @luthfie.daily.
Kronologi Kejadian di Kamar Kos
ALSU, mahasiswi jurusan Paramedik Veteriner di salah satu perguruan tinggi di Surabaya, membeberkan detik-detik proses persalinan mandiri yang dilakukannya pada Rabu (5/8/2026).
-
Pukul 08.00 WIB: ALSU mulai merasakan mules saat berbaring di tempat tidur kosnya.
-
Proses Persalinan: Air ketuban pecah hingga akhirnya bayi lahir sekitar pukul 14.00 WIB.
-
Tindakan Sendiri: ALSU memotong tali pusar (ari-ari) menggunakan gunting bedah dan membiarkan bayinya tergeletak telanjang di lantai tanpa alas maupun penutup yang layak.
Kondisi tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik indekos yang merasa curiga karena ALSU tidak merespons saat pintu diketuk. Setelah pintu didobrak, pemilik kos menemukan kondisi bayi yang menggigil di atas lantai yang hanya dilapisi seprei.
ALSU dan bayinya langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, hasil autopsi menyatakan bayi tersebut telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum sampai di fasilitas kesehatan akibat gagal napas dan dehidrasi.
Ditinggal Kekasih dan Tanggung Sendiri
Berdasarkan pemeriksaan polisi, bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap. ALSU mengaku harus menanggung beban fisik dan mental seorang diri karena sang kekasih enggan bertanggung jawab dan memutus komunikasi sejak Juni.
“Udah nggak pengen ketemu lagi. Ngomongin tentang tanggung jawab gitu nggak komunikatif… Di sini saya ngekos, orang tua di Jawa Tengah,” ungkap ALSU.
Momen Haru dan Penyesalan
Di akhir proses interogasi, polisi memberikan kesempatan kepada ALSU untuk bertemu dengan orang tua kandungnya yang datang dari Jawa Tengah. Tangis histeris penyesalan pecah saat ALSU memeluk erat ibunya sembari memohon maaf atas perbuatan yang mengecewakan keluarga.
Sang ibu pun menyambut pelukan tersebut dengan keharuan, memberikan maaf meski proses hukum terhadap putrinya tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (*/tur)