PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR) terus mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Salah satunya dilaksanakan di Desa Tahai Jaya, Kabupaten Pulang Pisau, melalui pelatihan dan pendampingan budidaya jamur tiram dengan memanfaatkan sekam padi sebagai salah satu bahan media budidaya.
Setelah menjalani proses pendampingan selama kurang lebih 40 hari, masyarakat bersama tim pengabdian FMIPA UPR melaksanakan panen bersama jamur tiram, Jumat (31/7/2026). Panen tersebut menjadi salah satu capaian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan bersama mitra Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Mukti dan Tim Penggerak PKK (TPKK) Desa Tahai Jaya.
Ketua Program PMM, Made Dirgantara, mengatakan panen bersama menjadi salah satu hasil dari proses pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara bertahap kepada masyarakat. “Panen bersama ini menjadi salah satu hasil dari proses pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara bertahap kepada masyarakat, mulai dari persiapan bahan hingga perawatan dan pemanenan,” kata Made.
Program tersebut diketuai Made Dirgantara bersama sejumlah dosen sebagai anggota tim. Pendanaan program tahun 2026 berasal dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa yang diintegrasikan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tahai Jaya.
Melalui integrasi tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan KKN, tetapi juga terlibat secara langsung dalam penerapan pengetahuan, pendampingan dan interaksi dengan masyarakat di bawah arahan tim dosen FMIPA UPR. Menurut Made, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih nyata karena mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan KKN, tetapi juga terlibat langsung dalam penerapan pengetahuan, pendampingan, serta interaksi dengan masyarakat di bawah arahan tim dosen,” ujarnya. Desa Tahai Jaya merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pertanian yang menghasilkan sekam padi dalam jumlah cukup melimpah.
Melihat potensi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat FMIPA UPR mengembangkan pemanfaatan sekam padi sebagai salah satu bahan dalam budidaya jamur tiram. Pelatihan diberikan secara bertahap kepada masyarakat, mulai dari persiapan bahan, pembuatan media tanam atau baglog, proses sterilisasi, inokulasi bibit, perawatan, pengendalian kondisi lingkungan hingga proses pemanenan.
“Pelatihan diberikan secara bertahap, mulai dari pembuatan media tanam atau baglog, sterilisasi, inokulasi bibit, perawatan, pengendalian kondisi lingkungan, sampai dengan proses pemanenan,” jelas Made. Selama kurang lebih 40 hari, tim dosen FMIPA UPR bersama mahasiswa KKN melakukan pendampingan secara langsung kepada mitra.
Pendampingan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memastikan masyarakat mampu mempraktikkan setiap tahapan budidaya dan memahami proses pemeliharaan hingga menghasilkan jamur tiram yang siap dipanen. Hasil pendampingan tersebut kemudian terlihat dalam kegiatan panen bersama yang dilaksanakan pada 31 Juli 2026.
Kegiatan panen bersama turut dihadiri Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau Yuliatin, TPKK Kabupaten Pulang Pisau, Kepala Desa Tahai Jaya Jasimin, perangkat desa, mitra kegiatan, mahasiswa serta masyarakat. Yuliatin memberikan apresiasi terhadap kegiatan pengabdian yang dinilai memberikan keterampilan dan pengalaman baru kepada masyarakat.
Pemanfaatan sekam padi sebagai potensi lokal dinilai menjadi langkah positif untuk mengembangkan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat menjadi kegiatan yang lebih produktif.
Dukungan Pemerintah Desa Tahai Jaya juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan.Kepala Desa Tahai Jaya Jasimin turut mendukung program yang mempertemukan perguruan tinggi, mahasiswa, kelompok masyarakat dan pemerintah desa dalam satu kegiatan pemberdayaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti selama program berlangsung, tetapi dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan secara mandiri sesuai potensi dan kebutuhan desa.
Tak Berhenti pada Budidaya Jamur, Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat FMIPA UPR tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan jamur tiram.Tim juga memperkenalkan pemanfaatan kembali sisa kegiatan budidaya sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah dan meningkatkan nilai tambah. Sisa budidaya diarahkan untuk dimanfaatkan menjadi kompos, biochar dan asap cair.
Dengan pendekatan tersebut, material yang tersisa dari proses produksi tidak langsung menjadi limbah, tetapi dapat kembali dimanfaatkan menjadi produk lain yang memiliki nilai guna.
Konsep ini menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sekaligus memanfaatkan kembali hasil samping dari suatu proses produksi.
Mahasiswa Belajar Langsung Bersama Masyarakat, Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan persoalan dan potensi yang ada di masyarakat.
Sementara bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa bersama tim dosen FMIPA UPR diharapkan dapat memperkuat proses transfer pengetahuan dan keterampilan.Made mengatakan, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi proses pembelajaran mahasiswa.
“Mahasiswa berkesempatan menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dengan persoalan dan potensi yang ada di masyarakat,” katanya. Pendampingan dan Evaluasi Masih Berlanjut, Panen bersama setelah sekitar 40 hari pendampingan merupakan salah satu capaian penting dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat FMIPA UPR.
Namun, rangkaian kegiatan tersebut masih akan terus dilanjutkan.Tim dosen akan melakukan pendampingan dan evaluasi bersama mitra untuk melihat perkembangan budidaya, mengevaluasi hasil yang telah diperoleh, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi masyarakat serta memberikan arahan untuk pengembangan kegiatan berikutnya.
Made menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari kemampuan masyarakat melanjutkan kegiatan secara mandiri.”Kami berharap keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat terus diterapkan dan dikembangkan masyarakat sesuai dengan potensi serta kebutuhan Desa Tahai Jaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, panen bersama menjadi salah satu capaian penting, tetapi pendampingan dan evaluasi masih akan dilakukan untuk memastikan program dapat berkembang. “Panen ini merupakan salah satu capaian penting, tetapi pendampingan dan evaluasi masih akan dilanjutkan untuk melihat perkembangan budidaya, mengidentifikasi kendala, serta memberikan arahan bagi pengembangan kegiatan berikutnya,” tandas Made.
Melalui sinergi FMIPA Universitas Palangka Raya, mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Tahai Jaya, Gapoktan Sido Mukti, TPKK, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dan masyarakat, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pertanian lokal.
Budidaya jamur tiram berbasis pemanfaatan sekam padi, yang kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan sisa budidaya menjadi kompos, biochar dan asap cair, menjadi salah satu bentuk upaya FMIPA UPR dalam mendorong pemanfaatan sumber daya lokal yang produktif, berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat Desa Tahai Jaya.
“Yang ingin dibangun bukan hanya kemampuan menghasilkan jamur tiram, tetapi juga kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara produktif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi Desa Tahai Jaya,” tutup Made.(bam)