← Kembali ke https://kalteng.co/

Perang Narkoba Resmi Ditabuh di Kalteng

https://kalteng.co/ • 20 August 2026 19:17
Perang Narkoba Resmi Ditabuh di Kalteng

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Genderang perang terhadap narkoba kembali ditabuh dari Bumi Tambun Bungai. Ribuan masyarakat dan berbagai elemen berkumpul di Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (20/8/2026), dalam Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba Menuju Kalteng Bersinar.

Deklarasi tersebut menjadi penegasan komitmen bersama untuk memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kalimantan Tengah. Aparat penegak hukum, pemerintah, organisasi masyarakat hingga generasi muda diajak bergerak dalam satu barisan.

Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) Kalteng Sadagori Henock Binti mengatakan, gerakan tersebut merupakan bentuk perlawanan terbuka terhadap ancaman narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Terlebih, tiga personel Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas dalam penindakan kasus narkoba.

“Mereka adalah putra terbaik yang gugur saat melaksanakan tugas negara untuk melindungi masyarakat Kalteng dari narkoba. Maka itu, kita satu langkah. Kita deklarasikan perang terhadap narkoba di seluruh Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Menurut Sadagori, narkoba bukan sekadar persoalan kriminal. Peredarannya dinilai dapat merusak fisik, akal sehat, moral hingga masa depan generasi muda. Bahkan, peredaran narkoba kini tidak lagi hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi telah masuk hingga desa dan dusun.

“Narkoba ini sudah menjadi bentuk penjajahan gaya baru. Kalau kita diam, siap-siap Bumi Tambun Bungai akan hancur berkeping-keping karena narkoba. Jangan biarkan narkoba menghancurkan kehidupan. APH juga harus tegak lurus, jangan ada main mata dengan mafia narkoba,” tegasnya.

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan perang terhadap narkoba bukan sekadar slogan. Menurutnya, pemberantasan narkotika merupakan perang semesta untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus menyelamatkan masa depan bangsa. “Ini langkah nyata dan perang terhadap narkoba serta sindikatnya,” tegasnya.

Suyudi mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai sekitar 4,15 juta penduduk. Kelompok usia 15 hingga 24 tahun menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Ancaman tersebut semakin kompleks dengan munculnya berbagai jenis narkotika baru atau new psychoactive substances (NPS), penyalahgunaan rokok elektrik atau vape hingga narkotika dalam bentuk cair. Peredaran juga telah bergerak lintas wilayah, termasuk menyasar kawasan pedesaan.

Salah satu gambaran terlihat dari pengungkapan kasus 45,96 gram sabu yang berkaitan dengan jaringan Tumbang Samba, Kabupaten Katingan hingga Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas. Pengendalian jaringan tersebut diketahui berasal dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya.

“Pengendalian jaringan tersebut berasal dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya. Ini menunjukkan peredaran narkotika dapat bergerak lintas wilayah. Kondisi ini menjadi peringatan untuk memperkuat kewaspadaan mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat,” papar Suyudi.

Kepala BNN Provinsi Kalteng Mada Roostanto mengatakan, kehadiran Kepala BNN RI menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam pelaksanaan P4GN. Ia berharap deklarasi tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan.

“Kehadiran Kepala BNN Republik Indonesia Suyudi Ario Seto adalah kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Kehadiran ini memberikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan P4GN, memperluas jangkauan pencegahan serta memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Mada menegaskan, seluruh pihak harus bergerak dalam satu barisan untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang benar-benar bersih dari narkoba. “Satu langkah untuk Kalteng,” tandasnya. BNN juga menyerahkan santunan kepada keluarga tiga personel Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas dalam penggerebekan kasus narkoba di Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan Gebyar Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika. Program yang didukung Pemprov Kalteng tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran antinarkoba sejak usia dini. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli