KUALA PEMBUANG, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan hingga ke tingkat tapak.
Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, saat membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten Seruyan Tahun 2026 pada Senin (10/8/2026).
Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Seruyan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Inspektur Kabupaten Seruyan, perwakilan pengurus ABPEDNAS tingkat provinsi dan pusat, serta ratusan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari seluruh penjuru Kabupaten Seruyan.
Memperkuat Fungsi BPD dan Demokrasi Desa yang Memuliakan
Dalam arahannya, Bupati Ahmad Selanorwanda menegaskan bahwa ABPEDNAS tidak boleh hanya sekadar berdiri sebagai organisasi formal tanpa dampak. Kehadiran wadah ini harus mampu mengoptimalkan peran dan fungsi BPD sebagai representasi sah suara masyarakat desa.
“Kalau pengurusnya mampu menjalankan organisasi dengan baik, merangkul semua pihak, dan membangun komunikasi yang sehat, maka organisasi ini akan memberikan manfaat nyata bagi tata kelola pemerintahan serta mendukung keberhasilan program pembangunan,” ujar Bupati.
Ia menekankan bahwa BPD adalah pilar utama dalam menghidupkan demokrasi di tingkat desa. Demokrasi desa harus dijalankan dengan cara yang partisipatif, transparan, dan mengutamakan kepentingan warga.
“Demokrasi yang kita inginkan adalah demokrasi yang wajahnya ceria, mempersatukan, memberdayakan, dan memuliakan masyarakat,” tambahnya.
Mengawal Regulasi Nasional dan Program Strategis
Seiring cepatnya perubahan kebijakan publik, Bupati meminta pengurus ABPEDNAS DPC Kabupaten Seruyan yang baru terbentuk untuk bersikap proaktif dalam memantau dan mengawal arus regulasi dari pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah.
ABPEDNAS diharapkan dapat menjadi jembatan informasi agar tidak ada regulasi atau program strategis yang luput dari pemahaman jajaran BPD di desa. Beberapa fokus program strategis nasional yang harus dikawal bersama antara lain:
-
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk penguatan ekonomi lokal.
-
Program Makan Bergizi Gratis dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
-
Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi warga.
-
Pembangunan Infrastruktur Desa yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sinergi BPD-Kades dan Transparansi Keuangan Desa
Menyinggung dinamika internal desa, Bupati menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang harmonis antara Kepala Desa, Perangkat Desa, dan BPD. Menurutnya, ketiga unsur ini merupakan satu kesatuan sistem yang tidak boleh berjalan sendiri-sendiri atau saling membebankan masalah.
Di samping itu, aspek transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa menjadi sorotan utama. Anggaran desa yang bersumber dari uang negara harus dialokasikan secara cermat sesuai potensi serta kebutuhan nyata masyarakat.
“Karena ini adalah uang negara, maka harus dikelola dengan baik dan transparan. Kehadiran Inspektorat daerah bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan tata kelola pemerintahan berjalan di koridor yang benar,” jelas Bupati.
Pembangunan Berbasis Potensi Lokal dan Rencana Retret Kades
Bupati mendorong agar setiap desa di Kabupaten Seruyan berani berinovasi dan membaca potensi keunggulannya masing-masing—baik di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif. Pola pembangunan tidak boleh diseragamkan karena karakteristik tiap wilayah berbeda.
Untuk memperkuat pemahaman kepemimpinan desa, Pemkab Seruyan merencanakan agenda retret khusus bagi kepala desa yang baru dilantik. Agenda ini dirancang sebagai ruang pembekalan terkait etika pemerintahan, tata kelola keuangan, serta pemetaan strategi pembangunan daerah.
Antisipasi Karhutla dan Pembukaan Lapangan Kerja
Di luar isu tata kelola pemerintahan, Bupati memanfaatkan momentum Muscab ini untuk mengingatkan ancaman musim kemarau panjang. Ia mengimbau pemerintah desa, masyarakat, kepolisian, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini.
Selain itu, Pemkab Seruyan juga terus mendorong perluasan lapangan kerja melalui pembentukan kerja sama strategis antara koperasi desa, masyarakat, dan sektor usaha perkebunan demi menekan angka kemiskinan dan meningkatkan pendapatan riil warga.
Menyongsong Indonesia Emas 2045 dari Desa
Mengakhiri sambutannya, Bupati Ahmad Selanorwanda menyampaikan selamat atas terselenggaranya Muscab ABPEDNAS DPC Kabupaten Seruyan 2026. Ia berharap pengurus baru dapat segera melakukan konsolidasi internal, merumuskan program kerja nyata, dan bersinergi dengan Pemkab Seruyan.
Pembangunan daerah, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan gotong royong seluruh elemen. Dengan BPD dan pemerintah desa yang solid serta transparan, Kabupaten Seruyan optimistis mampu tumbuh menjadi daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. (rof)