← Kembali ke https://kalteng.co/

Liburan ke Pulau Padar Saat Cuaca Buruk Disorot, Jessica Mila: Tidak Ada Pemberitahuan dari Kapten Kapal

https://kalteng.co/ • 11 August 2026 12:03
Liburan ke Pulau Padar Saat Cuaca Buruk Disorot, Jessica Mila: Tidak Ada Pemberitahuan dari Kapten Kapal

KALTENG.CO-Aktris Jessica Mila menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah kedapatan berwisata ke Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (9/8/2026).

Kedatangan bintang sinetron Ganteng Ganteng Serigala (GGS) tersebut menuai kritik tajam karena dilakukan di tengah periode penutupan sementara kawasan wisata akibat cuaca buruk.

Berdasarkan prakiraan cuaca Maritim BMKG Stamar Tenau, pelayaran menuju Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo resmi ditutup sementara pada 7 hingga 10 Agustus 2026. Penutupan tersebut dipicu potensi bahaya tinggi, dengan kecepatan angin mencapai 26 knot dari arah tenggara dan gelombang laut yang membumbung hingga 2,6 meter.

Keberadaan Jessica Mila dan keluarganya di destinasi tersebut lantas memicu kecaman netizen. Banyak publik mempertanyakan bagaimana rombongan selebriti dapat berlayar, sementara wisatawan umum lainnya tertahan dan terpaksa membatalkan agenda liburan mereka.

Sentilan Netizen: Soal “Privilese” Hingga Peran Influencer

Unggahan mengenai liburan Jessica Mila langsung ramai diserbu warganet, salah satunya melalui akun Instagram @ntt.update. Netizen melontarkan kritik keras terkait transparansi informasi dan dugaan standar ganda dalam penegakan aturan keselamatan pelayaran.

“Artis dan pejabat mau liburan ke Labuan Bajo, entah kenapa vibes-nya selalu aman, lancar, gaskeun,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Warganet lain menggarisbawahi masalah koordinasi sistem pariwisata di Labuan Bajo yang dinilai merugikan wisatawan biasa.

“Kalau memang kondisi laut berbahaya, keselamatan jelas nomor satu. Tapi pertanyaannya, kenapa informasi, koordinasi, dan solusi untuk wisatawan terasa seperti fitur premium? Labuan Bajo mau jadi destinasi super prioritas kelas dunia, tapi wisatawan sudah sampai sini malah dapat paket: welcome to Labuan Bajo, tapi destinasinya belum tentu bisa dikunjungi,” sentil warga internet lainnya.

Tak hanya itu, beberapa pengguna media sosial juga mengritik fenomena travel influencer yang dinilai enggan bersuara ketika isu tata kelola dan keselamatan wisatawan mencuat di daerah yang sering mereka jadikan konten.

Klarifikasi Jessica Mila: Murni Pasrah pada Kapten Kapal

Menanggapi gelombang kritik dan tuduhan bahwa dirinya sengaja melanggar aturan, Jessica Mila akhirnya memberikan klarifikasi resmi melalui akun Instagram pribadinya. Ia membantah keras anggapan bahwa dirinya secara sengaja mengabaikan surat edaran penutupan pelayaran demi tetap berlibur.

Mila menegaskan, keselamatan keluarga—terutama sang buah hati, Kyarra, serta anak-anak lain dalam rombongan—adalah prioritas tertinggi. Ia mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan dari pihak kapal terkait adanya larangan berlayar menuju Pulau Padar.

“Aku dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam bepergian, apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami,” ujar Jessica Mila.

Ia menjelaskan bahwa seluruh keputusan navigasi dan kelayakan laut berada sepenuhnya di tangan kapten kapal. Saat perjalanan berlangsung, kondisi di lapangan terlihat normal dan cerah, serta tampak beberapa kapal lain dan wisatawan yang juga beraktivitas di Pulau Padar.

“Perlu aku luruskan bahwa sejak awal tidak ada pemberitahuan dari Captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar. Seandainya kami tahu ada larangan berlayar karena cuaca buruk sebelumnya, tentu aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko,” lanjutnya.

Bantah Tudingan Sengaja Mengabaikan Aturan

Aktris berusia 34 tahun ini merasa keberatan atas narasi yang menyudutkan dirinya dan keluarga. Ia menegaskan bahwa tuduhan yang menyebut rombongannya sengaja memaksakan kehendak meski tahu ada penutupan resmi adalah hal yang tidak benar.

“Adalah tidak benar dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya,” tegas Mila menutup klarifikasinya.

Kasus ini pun memicu diskusi lebih luas di tengah masyarakat mengenai pentingnya ketegasan otoritas pelabuhan, keterbukaan informasi dari penyedia jasa tour & travel, serta pengawasan keselamatan pelayaran di destinasi wisata super prioritas seperti Labuan Bajo. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli