PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memastikan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik mulai menunjukkan hasil positif. Meski kabut asap masih menyelimuti sebagian wilayah Kota Palangka Raya, intensitasnya mulai berkurang seiring efektifnya penanganan yang dilakukan tim gabungan di lapangan.
“Saat pagi hari asap cukup pekat, tetapi memasuki siang hari ini asapnya sudah agak memudar. Kita juga melihat proses pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan sudah berjalan cukup efektif,” ujarnya, Jumat (30/7/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kota Palangka Raya terus mengoptimalkan penanganan karhutla melalui pendirian posko siaga di sejumlah kelurahan serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan seluruh instansi terkait agar penanganan di lapangan berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.
Fairid menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman titik api. Langkah pencegahan juga harus terus diperkuat melalui patroli terpadu, deteksi dini terhadap potensi kebakaran, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api baru.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Selain pemadaman, upaya pencegahan juga harus terus diperkuat agar kebakaran tidak semakin meluas,” katanya.
Di sisi lain, Pemko Palangka Raya juga terus mengevaluasi dampak kabut asap terhadap masyarakat, khususnya pada sektor kesehatan dan pendidikan.
Salah satu langkah yang telah dilakukan yakni menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan agar warga sekolah menggunakan masker selama kualitas udara menurun.
“Untuk sekolah, beberapa haru sebelumnya Dinas Pendidikan sudah menerbitkan surat edaran wajib menggunakan masker bagi seluruh warga sekolah. Kami akan rapatkan dan tentukan statusnya kembali, apakah akan kita tingkatkan atau ada kebijakan penyesuaian lainnya,” pungkasnya. (oiq)