MUARA TEWEH, Kalteng.co-Program peluncuran Car Free Day (CFD) yang diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati, menilai langkah nyata yang diambil oleh Bupati H. Shalahuddin tersebut merupakan terobosan positif dalam menyediakan ruang publik yang sehat, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sarana Olahraga, Rekreasi, dan Pererat Hubungan Sosial
Menurut Sri Neni, keberadaan Car Free Day yang digelar setiap hari Minggu tidak sekadar menjadi ajang bebas kendaraan bermotor, tetapi memiliki fungsi sosial yang jauh lebih luas.
CFD menjadi wadah ideal bagi warga untuk berolahraga, bersantai bersama keluarga, hingga mempererat tali silaturahmi antarwarga di Kabupaten Barito Utara.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bupati Barito Utara yang telah meresmikan Car Free Day. Kegiatan ini memberikan banyak manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari segi kesehatan maupun ruang interaksi sosial,” ujar Hj. Sri Neni Trianawati, Rabu (24/6/2026).
Gerakkan Roda Ekonomi dan Gairahkan UMKM Lokal
Selain dampak positif terhadap gaya hidup sehat, politisi dari Partai Golkar ini juga menyoroti potensi besar CFD dalam menggerakkan perekonomian daerah, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Konsentrasi massa di kawasan Bundaran Buah dan sekitarnya setiap akhir pekan menciptakan peluang pasar yang sangat potensial. Momen ini dimanfaatkan para pelaku usaha lokal untuk mempromosikan dagangan sekaligus meningkatkan omzet penjualan produk kuliner hingga kriya.
-
Promosi Efektif: Menjadi lapak terbuka yang strategis bagi pedagang kecil.
-
Peningkatan Pendapatan: Mendorong perputaran uang dan kesejahteraan keluarga pelaku usaha.
-
Pemberdayaan Ekonomi Rakyat: Menghidupkan sektor informal berbasis kemasyarakatan.
“Kami melihat peluang yang sangat baik bagi pelaku UMKM lokal. Ini adalah wadah promosi yang efektif yang dapat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha kecil,” tegasnya.
Harapan Pengembangan CFD Sebagai Ikon Budaya dan Komunitas
Menatap ke depan, Sri Neni berharap pelaksanaan Car Free Day di Barito Utara tidak berhenti pada kegiatan olahraga rutin semata. Ia mendorong agar pengelolaan CFD terus dikembangkan secara kreatif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat secara lebih luas.
Keterlibatan aktif dari komunitas kepemudaan, seni pertunjukan, hingga ragam atraksi seni budaya lokal diyakini mampu menyemarakkan suasana, sehingga arena CFD dapat menjelma menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Kabupaten Barito Utara. (pra)