← Kembali ke https://kalteng.co/

Seruyan Siaga Karhutla! BPBD dan Forkopimda Bentuk Tim Gabungan di Titik Rawan

https://kalteng.co/ • 15 September 2026 13:47
Seruyan Siaga Karhutla! BPBD dan Forkopimda Bentuk Tim Gabungan di Titik Rawan

KUALA PEMBUANG, Kalteng.co-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan. Menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia, Pemkab Seruyan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat strategi pencegahan dan penanganan Karhutla di seluruh wilayah setempat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Agus Supriyadi, menegaskan bahwa fenomena Karhutla bukan lagi sebatas isu regional, melainkan tantangan nasional yang menuntut komitmen kolektif dari semua pemangku kepentingan.

“Masalah Karhutla ini sudah menjadi masalah nasional. Ada beberapa daerah yang perlu ditangani secara serius, termasuk kita di Kabupaten Seruyan,” ujar Agus pada Senin (14/9/2026).

Langkah Konkret Pemkab Seruyan Menghadapi Karhutla

Guna mengantisipasi puncak musim kemarau dan menekan risiko bencana ekologis, Pemkab Seruyan menyusun serangkaian langkah taktis yang terintegrasi.

1. Pembentukan Posko Satgas Karhutla

BPBD Seruyan bersama TNI, Polri, dan instansi terkait mendirikan posko Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di titik-titik rawan. Keberadaan posko ini berfungsi sebagai pusat komando untuk:

  • Pemantauan titik panas (hotspot): Memantau pergerakan indikasi api secara real-time.

  • Percepatan koordinasi: Memangkas birokrasi penanganan di lapangan.

  • Respons cepat (quick response): Memadamkan pemulaian api sebelum meluas.

2. Sosialisasi Masif dan Edukasi Masyarakat

Pencegahan tetap menjadi benteng utama. Pemkab Seruyan menggalakkan imbauan larangan membakar hutan dan lahan melalui pelbagai media:

  • Pemasangan spanduk imbauan di lokasi-lokasi strategis dan desa rawan.

  • Kampanye digital melalui media sosial resmi pemerintah daerah.

  • Edukasi langsung (door-to-door) oleh petugas lapangan.

“Kita mengimbau masyarakat agar tidak melaksanakan pembakaran hutan. Imbauan kita sampaikan melalui spanduk, media sosial, dan lain sebagainya,” tambah Agus.

Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat

Penanganan Karhutla di wilayah berjuluk Bumi Gawi Hatantiring ini tidak bisa diraih hanya melalui tindakan aparat. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengubah pola pembukaan lahan menjadi faktor penentu.

Melalui sinergi erat antara Forkopimda, relawan, dan masyarakat lokal, Pemkab Seruyan optimistis mampu menekan potensi timbulnya titik api serta menjaga kualitas udara tetap aman dari bahaya kabut asap. (fik)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli