← Kembali ke https://kalteng.co/

AQI Palangka Raya Tembus 878, Pemko Siagakan Rumah Oksigen Gratis di 11 Puskesmas

https://kalteng.co/ • 15 September 2026 12:08
AQI Palangka Raya Tembus 878, Pemko Siagakan Rumah Oksigen Gratis di 11 Puskesmas

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kualitas udara di Kota Palangka Raya berada dalam kondisi memprihatinkan akibat paparan kabut asap. Berdasarkan data aplikasi pemantau kualitas udara IQAir pada Senin (14/9) pukul 09.00 WIB, Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI US) di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai angka 878 dan masuk kategori berbahaya.

Parameter polutan utama yang menjadi perhatian adalah Particulate Matter 2.5 (PM2.5), yakni partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Merespons memburuknya kualitas udara, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas dan fasilitas kesehatan agar menyiagakan ruang serta fasilitas rumah oksigen gratis bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

“Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Palangka Raya untuk menyiagakan ruang serta fasilitas rumah oksigen gratis bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan seperti sesak napas,” ujar Fairid saat dikonfirmasi mengenai kesiapan penanganan dampak kabut asap, Senin (14/9).

Fairid menjelaskan, penyiapan fasilitas bantuan pernapasan tersebut difokuskan pada pelayanan kesehatan tingkat pertama. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan warga yang mengalami gangguan pernapasan sekaligus mengurangi risiko meningkatnya beban pasien di rumah sakit rujukan.

“Fasilitas rumah oksigen di 11 puskesmas se-Kota Palangka Raya sudah dipastikan siap dengan ketersediaan tabung dan konsentrator oksigen yang mencukupi untuk melayani warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” jelasnya.

Menurut Fairid, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi udara yang memburuk. Masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan diimbau segera memanfaatkan layanan kesehatan dan tidak menunda pemeriksaan apabila gejala semakin berat.

Wali Kota Soroti Ancaman ISPA akibat Kabut Asap

Selain menyiagakan rumah oksigen, Pemko Palangka Raya juga memberikan perhatian terhadap potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan polusi udara. Fairid menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kualitas udara yang mencapai angka AQI 878. Menurutnya, perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas, terutama bagi warga yang rentan terhadap dampak kabut asap.

“Kondisi kualitas udara yang sudah tembus angka 878 AQI ini sangat membahayakan keselamatan paru-paru kita, sehingga intervensi medis darurat seperti pasokan oksigen menjadi prioritas utama penanganan Pemko saat ini,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Fairid mengimbau masyarakat Kota Palangka Raya mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak.  Warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker yang sesuai dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menunda atau mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak ada kepentingan mendesak. Apabila memang harus keluar rumah, pastikan selalu mengenakan masker standar kesehatan,” tuturnya.

Fairid juga meminta masyarakat yang terpaksa melakukan mobilitas di jalan raya untuk meningkatkan kewaspadaan. Kabut asap yang pekat dapat mengganggu jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, paparan asap juga berpotensi menyebabkan iritasi mata. Karena itu, warga diingatkan untuk berhati-hati saat berkendara serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, batuk berat, atau keluhan kesehatan lainnya. (aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli