← Kembali ke https://kalteng.co/

Klaim Stok Aman, Pertamina Kalteng Janji Buka Data Kuota BBM 3×24 Jam

https://kalteng.co/ • 15 September 2026 01:18
Klaim Stok Aman, Pertamina Kalteng Janji Buka Data Kuota BBM 3×24 Jam

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Klaim Pertamina Patra Niaga bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Palangka Raya aman rupanya belum mampu meredam keresahan masyarakat. Pasalnya, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU. Kondisi itu kemudian dibawa ke depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah (Kalteng) di Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Senin (14/9/2026) sore.

Aliansi Masyarakat Resah datang menggelar aksi damai dengan membawa sejumlah tuntutan. Kenaikan harga BBM dan panjangnya antrean di sejumlah SPBU menjadi persoalan utama yang mereka soroti. Massa juga menuntut keterbukaan Pertamina mengenai ketersediaan serta distribusi BBM subsidi di Kalimantan Tengah.

Namun, aksi yang awalnya berlangsung damai mulai memanas ketika massa meminta data terkait stok dan distribusi BBM subsidi. Massa menilai pihak Pertamina terkesan berbelit-belit dalam memberikan informasi yang mereka minta. Situasi di depan pintu gerbang kantor Pertamina pun berubah tegang.

Ketegangan semakin meningkat ketika massa aksi berhadapan dengan aparat kepolisian dari Polresta Palangka Raya yang berjaga di pintu gerbang. Sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan aparat. Suasana pun semakin riuh ketika massa terus mendesak agar pihak Pertamina menemui dan memberikan penjelasan secara langsung.

Puncaknya, sejumlah massa aksi berhasil masuk ke dalam area Kantor PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah. Situasi tersebut akhirnya membuat pihak Pertamina kembali keluar menemui massa dan membawa sejumlah informasi terkait persoalan yang menjadi tuntutan dalam aksi tersebut.

Meski demikian, jawaban yang disampaikan belum sepenuhnya memenuhi tuntutan massa. Salah satu data yang paling didesak adalah realisasi kuota harian BBM yang diterima masing-masing SPBU di Kota Palangka Raya. Massa menginginkan data tersebut dibuka agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas bagaimana distribusi BBM subsidi dilakukan di lapangan.

Setelah melalui perdebatan, pihak Pertamina akhirnya berjanji akan memberikan data realisasi kuota harian BBM di setiap SPBU, dalam waktu 3 x 24 jam. Pihak Pertamina tidak bisa memberikan data tersebut saat itu dengan dalih masih harus menarik data dari agen-agen. Janji itu menjadi hasil sementara dari aksi yang berlangsung sejak siang hari hingga malam hari.

Korlap Aksi, Aris mengungkapkan, Aliansi Masyarakat Resah menyampaikan empat poin tuntutan kepada PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat, serta untuk memperjuangkan harga BBM yang terjangkau, ketersediaan yang merata, dan distribusi yang tersebar di Kalimantan Tengah.

“Adapun poin tuntutan yang pertama, mendesak PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah melakukan evaluasi terhadap kebijakan penyesuaian harga BBM dan menyampaikan dasar pertimbangan kenaikan harga BBM secara transparan kepada publik,” katanya.

Yang kedua, mendesak PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah segera menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di Kalimantan Tengah, agar masyarakat tidak lagi mengalami antrean panjang dan kesulitan memperoleh BBM.

Yang ketiga, mendesak PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Tengah berkoordinasi dengan pemerintah untuk menurunkan kembali harga BBM yang mengalami kenaikan, khususnya Pertalite.

“Yang keempat, mendesak transparansi kuota harian distribusi BBM di setiap SPBU di Kalimantan Tengah,” tandasnya.

Sementara itu, di tengah keresahan tersebut, Pertamina sebelumnya memastikan tidak ada persoalan dengan ketersediaan stok BBM di Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya.

Sales Area Manager (SAM) Pertamina wilayah Kalteng, Donny Prasetya mengungkapkan, pihaknya sudah berusah secepat mungkin mengembalikan penyaluran BBM di Kalteng khususnya di Palangka Raya normal kembali.

Pertamina menjelaskan antrean lebih banyak dipicu perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite akibat adanya perbedaan harga yang cukup besar. Berdasarkan pemantauan Pertamina, sekitar tujuh persen konsumen disebut beralih menggunakan Pertalite.

“Kalau pada bulan yang sekarang, yang satu bulan terakhir ini memang ada peningkatan perpindahan konsumen dari yang semulanya itu menggunakan Pertamax, sekarang menggunakan Pertalite,” ujarnya.

Ia menyebut selisih harga cukup tinggi membuat perpindahan konsumen tersebut terjadi cukup signifikan. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina mengaku telah menambah pasokan Pertalite sekitar 10 persen dibandingkan kondisi normal.

“Untuk skala Kalteng, kuota BBM Subsidi jenis pertalite mengacu pada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) itu dalam sehari mencapai 270 KL (Kilo Liter) perharinya,” pungkasnya.

Disisi lain, Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Andiyatna mengungkapkan, pihaknya menerjunkan sebanyak 65 personel yang terbagi menjadi tim negosiator dan Dalmas Awal.

“Seperti yang kita lihat bersama, semunya dapat berjalan kondusif. Apa yang diharapkan dan menjadi permintaan dari massa aksi sudah terpenuhi,” tutupnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli