← Kembali ke https://kalteng.co/

Konser Kotak di Kota Tua Ricuh Usai Oknum Lempar Gas Menyengat, Tantri Alami Sesak Napas

https://kalteng.co/ • 14 September 2026 16:14
Konser Kotak di Kota Tua Ricuh Usai Oknum Lempar Gas Menyengat, Tantri Alami Sesak Napas

KALTENG.CO-Penampilan grup musik Kotak dalam konser terbuka di kawasan Kota Tua berujung ricuh akibat aksi oknum tak bertanggung jawab. Sang vokalis, Tantri Syalindri, mengalami gangguan pernapasan hingga terpaksa menghentikan pertunjukan demi keselamatan bersama.

Konser yang digelar secara gratis untuk masyarakat umum tersebut awalnya berlangsung kondusif. Namun, suasana berubah mencekam saat Kotak membawakan lagu kesembilan mereka yang berjudul Hijaukan Bumi.

Kronologi Lemparan Gas Menyengat di Tengah Konser

Kejadian bermula ketika bermunculan paparan gas tanpa asap dengan aroma yang sangat menyengat dari arah kerumunan penonton. Jarak antara panggung dan barikade pembatas yang cukup dekat membuat Tantri ikut terdampak langsung.

“Karena jarak panggung dan barikade cukup dekat, saya sempat menghirup gas tersebut. Napas terasa sakit dan saya kesulitan bernyanyi,” tulis Tantri melalui akun Instagram pribadinya.

Tantri sempat dilarikan ke area backstage untuk mendapatkan penanganan darurat menggunakan oksigen portabel. Setelah kondisinya relatif membaik, ia menunjukkan profesionalismenya dengan kembali naik ke panggung dan mengimbau penonton agar tetap menjaga keamanan.

Kondisi Memburuk Saat Lagu “Pelan-Pelan Saja”

Niat baik untuk menyelesaikan penampilan harus tertahan. Saat Kotak mulai membawakan lagu hits Pelan-Pelan Saja, gangguan serupa kembali terjadi dengan kadar gas yang jauh lebih pekat dan mengarah langsung ke panggung.

Paparan susulan ini membuat kondisi fisik Tantri drop secara signifikan. Ia merasakan sejumlah gejala medis yang mengkhawatirkan:

Keputusan Menghentikan Konser Demi Keselamatan

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, Tantri mengambil tindakan tegas untuk menghentikan konser secara total. Langkah ini diambil tidak hanya mempertimbangkan kondisi kesehatan dirinya dan para personel band, tetapi juga keselamatan penonton yang memadati lokasi.

“Saya memutuskan menghentikan konser demi keselamatan saya, personel, kru, dan terutama penonton, karena banyak juga anak-anak yang hadir,” tegasnya.

Keamanan Konser Terbuka Jadi Sorotan

Hingga saat ini, identitas maupun motif pelaku yang melepaskan gas berbahaya tersebut belum diketahui pasti. Tantri berharap para penonton yang terkena paparan—termasuk beberapa yang dilaporkan sempat pingsan—segera mendapatkan penanganan medis secara maksimal.

Insiden ini menjadi catatan kelam sekaligus evaluasi besar bagi penyelenggara acara dalam memperketat standar keamanan pada penataan konser di ruang terbuka (outdoor). (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli