PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperluas penyaluran bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air. ?Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, total distribusi air bersih sejak 28 Agustus hingga 14 September 2026 telah mencapai 1.500.000 liter. ? ? ?
Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke sejumlah desa dan kawasan yang masuk kategori rawan air, sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kondisi kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat. ? ? ?
Terbaru, pada Senin (14/9/2026), Dinas PUPR Kalteng kembali mendistribusikan 8.800 liter air bersih secara bersamaan ke Desa Sembuluh I dan Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, serta Dusun Parangkapeng, Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara. ? ? ?
Dengan tambahan distribusi tersebut, akumulasi bantuan air bersih yang telah disalurkan Pemprov Kalteng melalui Dinas PUPR mencapai 1,5 juta liter. ? ? ?
Kepala Dinas PUPR Kalteng, Juni Gultom, menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengarahkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga di wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh sumber air. ? ?
?“Kami memastikan penanganan kebutuhan air bersih masyarakat menjadi perhatian serius. Distribusi akan terus dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan, sehingga masyarakat di wilayah rawan air tetap mendapatkan akses air untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas Juni Gultom, Senin (14/9/2026). ? ? ?
Menurutnya, penanganan persoalan air bersih tidak semata-mata diukur dari jumlah air yang telah disalurkan. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang terdampak. ? ? ?
Pemprov Kalteng melalui Dinas PUPR juga terus memantau kondisi di berbagai wilayah untuk memetakan kebutuhan dan menentukan prioritas distribusi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan, terutama di daerah yang mengalami keterbatasan sumber air bersih. (pra)