NANGA BULIK, Kalteng.co – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Lamandau. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Lamandau bersama KNPI dan sejumlah elemen masyarakat bergerak menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak, Minggu (13/9/2026).
Sebanyak 60.000 liter air bersih didistribusikan ke sejumlah desa di Kecamatan Sematu Jaya dan Kecamatan Bulik. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi dampak kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Wakil Bupati Abdul Hamid bahkan turun langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran keduanya menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Gerakan kemanusiaan ini diinisiasi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan melibatkan berbagai pihak. Di antaranya PDAM, Dinas Pemadam Kebakaran, RSUD Gusti Abdul Ghani, BPBD, pemuda, serta para relawan.
Distribusi air bersih dilakukan di sejumlah desa yang membutuhkan. Di Kecamatan Sematu Jaya, bantuan menyasar Desa Jangkar Prima, Desa Mekar Mulya, dan Desa Purwareja. Sementara di Kecamatan Bulik, penyaluran dilakukan di Desa Bumi Agung, Desa Sumber Mulya, Desa Bukit Indah, dan Desa Arga Mulya.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, menyampaikan, program penyaluran air bersih gratis ini sudah berjalan sepekan terakhir, dengan mengerahkan 5 unit mobil tanki air yang diterjunkan langsung kepemukiman warga.
“Ini adalah tugas kami untuk membantu masyarakat dan memastikan kebutuhan air warga tetap tersedia, karena air adalah kebutuhan dasar masyarakat,” kata Bupati Lamandau Rizky, saat memimpin kegiatan pemyaluran air.
Sementara itu, Ketua KNPI Lamandau, Jimy Belantikan Sumbada, menjelaskan dalam pelaksanaannya, penyaluran air bersih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya pada fasilitas sosial. Sejumlah lokasi yang menjadi prioritas meliputi rumah ibadah, sekolah, serta rumah-rumah warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
“Melalui kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, KNPI, pemuda, dan relawan, dalam menghadapi dampak kekeringan. Harapan kami Semoga bantuan air bersih ini mampu meringankan beban masyarakat dan bencana kekeringan ini cepat berlalu,” harapnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, KNPI, perangkat daerah, pemuda dan relawan ini menunjukkan bahwa penanganan dampak kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. (luk/aza)