← Kembali ke https://kalteng.co/

BPBD Kalteng Catat 3.451 Bencana Hingga September 2026, Karhutla Paling Dominan

https://kalteng.co/ • 14 September 2026 08:42
BPBD Kalteng Catat 3.451 Bencana Hingga September 2026, Karhutla Paling Dominan

?PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Kalimantan Tengah menghadapi tekanan bencana yang cukup serius sepanjang 2026. Hingga 13 September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 3.451 kejadian bencana yang tersebar di berbagai wilayah.
?
??Data sebaran kejadian bencana periode 1 Januari hingga 13 September 2026 tersebut menunjukkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi bencana paling dominan, dengan jumlah mencapai 3.213 kejadian.
?
??Angka tersebut jauh melampaui jenis bencana lainnya dan memperlihatkan bahwa persoalan Karhutla masih menjadi ancaman utama bagi Kalimantan Tengah, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran.
?Selain Karhutla, BPBD Kalteng juga mencatat 127 kejadian kebakaran permukiman, 50 kejadian cuaca ekstrem, 47 banjir, 8 kejadian kekeringan, serta masing-masing 3 kejadian abrasi dan tanah longsor.
?
??Dari keseluruhan kejadian bencana tersebut, dampaknya juga cukup besar terhadap masyarakat. BPBD Kalteng mencatat sebanyak 68.667 jiwa terdampak, dengan 13 orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia. Sebaran kejadian pada peta BPBD Kalteng memperlihatkan Karhutla menjadi persoalan yang terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota.
?
??Katingan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 692 kejadian, disusul Kotawaringin Timur sebanyak 646 kejadian dan Kapuas 374 kejadian. Sementara itu, sejumlah wilayah lain juga mencatat angka cukup tinggi, antara lain Seruyan 283 kejadian, Barito Utara 237 kejadian, Kotawaringin Barat 225 kejadian, Lamandau 168 kejadian, Barito Selatan 159 kejadian, Palangka Raya 135 kejadian, Gunung Mas 129 kejadian, Murung Raya 126 kejadian, Sukamara 109 kejadian, dan Barito Timur 38 kejadian.
?
??Besarnya angka tersebut sekaligus menggambarkan luasnya tantangan penanganan bencana di Kalteng. Karhutla tidak hanya berkaitan dengan titik api dan luasan lahan terbakar, tetapi juga berpotensi memicu persoalan lanjutan, termasuk penurunan kualitas udara dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
?
??Dampak kerusakan yang tercatat BPBD Kalteng juga menunjukkan besarnya konsekuensi bencana sepanjang tahun ini.
?Data hingga 13 September 2026 mencatat 10.062,23 hektare hutan dan lahan terbakar. Sementara itu, terdapat 8.412 unit bangunan terdampak genangan, 216 unit rusak berat, 30 unit rusak sedang dan 58 unit mengalami rusak ringan.
?
?Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. BPBD mencatat 43 unit rumah ibadah, 93 satuan pendidikan, 25 fasilitas kesehatan dan 16 kantor terdampak bencana.
?Pada sektor infrastruktur, tercatat 91 titik jalan dan 60 unit jembatan mengalami dampak kerusakan.
?
?Data tersebut menjadi gambaran bahwa bencana di Kalimantan Tengah sepanjang 2026 tidak hanya berkaitan dengan Karhutla, tetapi juga telah memberikan dampak terhadap masyarakat, fasilitas umum, lingkungan dan infrastruktur.
?
?Dengan masih tingginya dominasi Karhutla, kewaspadaan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat. Pencegahan sejak dini, pengawasan kawasan rawan serta respons cepat terhadap munculnya titik api menjadi bagian penting untuk menekan agar kejadian bencana tidak terus bertambah hingga akhir tahun. (pra)
?
?
?EDITOR: BANG TUR

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli