← Kembali ke https://kalteng.co/

Berjuang Lawan Kanker di Usia Muda, Kanaya Whu Pelantun ‘Kaasih Indung’ Embuskan Napas Terakhir

https://kalteng.co/ • 13 September 2026 16:37
Berjuang Lawan Kanker di Usia Muda, Kanaya Whu Pelantun ‘Kaasih Indung’ Embuskan Napas Terakhir

KALTENG.CO-Duka mendalam menyelimuti panggung musik dan kebudayaan Sunda. Kanaya Whulan, atau yang lebih akrab disapa Kanaya Whu, vokalis dari grup musik MK9 (Emka 9), meninggal dunia pada usia 35 tahun. Penyanyi yang kerap mengiringi berbagai kegiatan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tersebut mengembuskan napas terakhirnya usai berjuang melawan penyakit kanker.

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Dedi Mulyadi pada Minggu (13/9/2026). Sebelum berpulang, Kanaya sempat menjalani perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa jenazah almarhumah dimakamkan di tanah kelahirannya, Kabupaten Tasikmalaya. Kepergian sosok vokalis bersuara khas ini di usia muda mengejutkan banyak pihak, terutama para penggemar karya-karya musik bernuansa etnik Sunda.

Profil Singkat Kanaya Whu: Lahir di Tasikmalaya, Tumbuh Besar di Jakarta

Kanaya Whu lahir di Tasikmalaya pada tahun 1991. Meskipun lahir di tanah Pasundan, ia menghabiskan masa kecil hingga remaja di Jakarta untuk menempuh pendidikan dari tingkat SD hingga SMA.

Latar belakang tumbuh besar di ibu kota sempat menjadi tantangan tersendiri bagi Kanaya saat memulai karier musiknya. Ia kerap merasa canggung dan kesulitan saat harus membawakan lagu-lagu berbahasa Sunda dengan cengkok serta artikulasi yang tepat.

Namun, berkat kegigihan dan dedikasinya terhadap seni vokal, hambatan bahasa tersebut berhasil ia atasi hingga akhirnya dikenal sebagai salah satu penyanyi lagu Sunda yang sangat berkarakter.

Perjalanan Karier dan Bergabung dengan MK9

Darah seni Kanaya mengalir dari sang ibunda yang juga pandai bernyanyi. Meski sempat meniti karier sebagai pekerja kantoran, passion Kanaya di dunia musik tidak pernah padam. Ia akhirnya memutuskan keluar dari dunia korporat dan fokus sepenuhnya sebagai penyanyi profesional.

Perjalanan penting dalam kariernya dimulai pada tahun 2019, ketika ia dipercaya menjadi vokalis baru grup musik MK9 (Emka 9) menggantikan posisi vokalis sebelumnya, Echa.

MK9 sendiri merupakan grup musik yang dibentuk oleh Dedi Mulyadi untuk melestarikan serta mempopulerkan seni pertunjukan bernuansa budaya Sunda. Sejak bergabung dengan MK9, sosok Kanaya semakin melekat dengan karya-karya yang dibawakan dalam berbagai panggung rakyat, termasuk agenda rutin Abdi Nagri Nganjang Ka Warga.

Menghidupkan Karya-Karya Dedi Mulyadi

Sebagai vokalis utama MK9, Kanaya sukses membawakan sejumlah lagu populer karya Dedi Mulyadi, di antaranya:

  • Kaasih Indung

  • Lungse

  • Lampah

  • Rubuh

  • Rindu Purnama

Bagi Kanaya, membawakan lagu-lagu tersebut memerlukan penjiwaan ekstra dan teknik vokal yang matang. Dalam beberapa kesempatan, ia sempat menuturkan bahwa setiap lirik yang ditulis oleh Dedi Mulyadi selalu menyimpan kisah mendalam dan pesan spiritual yang kuat.

Kebanggaan Akan Identitas dan Wariasan Seni

Meski kerap tampil anggun dengan pakaian tradisional Sunda di atas panggung, Kanaya tetap sosok yang rendah hati. Salah satu momen berkesan terjadi pada pertunjukan di Tasikmalaya pada Desember 2025 lalu. Di hadapan masyarakat setempat, ia secara emosional mengungkapkan rasa bangganya sebagai putri daerah asal Cisayong yang dapat kembali dan berkarya di tanah kelahirannya.

Kini, perjuangan Kanaya Whu melawan kanker telah usai. Namun, dedikasi dan alunan suaranya yang telah mengiringi perjalanan pertunjukan musik Sunda bersama MK9 akan tetap dikenang oleh keluarga, sahabat, dan seluruh penikmat seni di Jawa Barat. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli