KALTENG.CO-Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan mendapat dukungan armada udara baru.
Sebanyak tiga unit helikopter Chinook milik militer Jepang telah tiba dan bersandar di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), sejak Kamis (10/9/2026).
Seluruh armada beserta peralatan pendukung tersebut diangkut menggunakan kapal perang JS Kunisaki. Meski mendatangkan armada militer asing, TNI memastikan seluruh operasional dan taktik pemadaman udara di lapangan berada penuh di bawah komando Indonesia.
Murni di Bawah Komando Satu Pintu TNI AU
Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya Tedi Rizalihadi menegaskan bahwa taktis operasional ketiga helikopter berat tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali Lanud Supadio, Pontianak.
Langkah koordinasi satu pintu ini diambil demi menjaga efektivitas keselamatan penerbangan dan ketepatan sasaran pemadaman api.
“Tetap di bawah kendali Lanud Supadio. Karena itu kan pesawat, supaya satu komando kendali. Jadi, nanti homebase-nya Chinook dari Jepang itu di Lanud Supadio, Pontianak,” tegas Tedi usai membuka kejuaraan menembak Panglima TNI Cup 2026 di Lapangan Tembak Djamsuri, Sabtu (12/11/2026).
Kehadiran unit udara ini juga mendapat perhatian khusus dari pimpinan tinggi pertahanan negara. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah meninjau langsung kesiapan armada di lapangan, disusul kunjungan kerja Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin ke Mempawah untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan.
Misi Water Bombing dan Kerjasama Kemanusiaan
Ketiga helikopter Chinook bakal difokuskan untuk menjalankan misi water bombing (pemboman air) pada titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Langkah ini diharapkan mampu meredakan pekatnya asap karhutla di wilayah Pontianak dan sekitarnya.
Dalam misi kemanusiaan penanggulangan bencana ini, Jepang menerjunkan sebanyak 338 personel militer. Tim tersebut mencakup:
-
Kru kapal perang JS Kunisaki
-
Tim teknis dan pemadam udara
-
Tim koordinator lapangan
Pusat Penerangan (Puspen) TNI menyatakan bahwa pengerahan bantuan ini merupakan bagian dari komitmen kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang dalam penanggulangan bencana.
Mabes TNI menguraikan bahwa pengoptimalan seluruh alutsista dan kolaborasi internasional ini berfokus pada percepatan pengendalian kebakaran hutan, guna melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga ekosistem lingkungan Kalimantan dari dampak kabut asap. (*/tur)