?PALANGKA RAYA, Kalteng co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus memperkuat langkah penanganan terhadap wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih. Melalui Dinas PUPR Kalteng, distribusi air bersih hingga 10 September 2026 tercatat telah mencapai 1.189.350 liter. ?Berdasarkan rekapitulasi distribusi sejak 28 Agustus hingga 9 September 2026, sebanyak 1.180.550 liter air bersih telah disalurkan ke sejumlah desa dan wilayah yang masuk dalam kategori rawan air di Kalimantan Tengah.
?Upaya tersebut kembali dilanjutkan pada 10 September 2026 dengan pendistribusian 8.800 liter air bersih ke Desa Hiyang Bana/Talingke, Kabupaten Katingan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 250 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan pasokan air bersih. ?
Dengan tambahan distribusi tersebut, total bantuan air bersih yang telah disalurkan Pemprov Kalteng melalui Dinas PUPR Kalteng mencapai 1.189.350 liter.?Kepala Dinas PUPR Kalteng, Juni Gultom, menegaskan, bahwa penyaluran air bersih akan terus diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air akibat kondisi kekeringan.
?“Kami memastikan penanganan kebutuhan air bersih masyarakat menjadi perhatian serius. Distribusi akan terus dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan, sehingga masyarakat di wilayah rawan air tetap mendapatkan akses air untuk kebutuhan sehari-hari,” tegas Juni Gultom, Jumat (11/9/2026). ?Menurutnya, penanganan tidak hanya berorientasi pada jumlah air yang disalurkan, tetapi juga memastikan bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang terdampak.
?Pemprov Kalteng melalui Dinas PUPR Kalteng juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah yang membutuhkan dukungan pasokan air bersih. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meringankan beban masyarakat di tengah kondisi kekeringan. ?Hingga 10 September 2026, angka 1.189.350 liter menjadi catatan distribusi bantuan air bersih Pemprov Kalteng, sekaligus menunjukkan respons pemerintah dalam menjaga kebutuhan dasar masyarakat di tengah ancaman kekurangan air. (pra)