PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya tidak hanya bergantung pada kesiapan personel dan armada pemadam. Kelancaran pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menjadi faktor penting agar kendaraan operasional dapat bergerak cepat saat titik api muncul.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, meminta Pertamina dan pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memberikan prioritas pengisian BBM bagi kendaraan operasional pemadam yang sedang bertugas menangani Karhutla. Menurutnya, kebutuhan BBM armada pemadam berbeda dengan kendaraan umum karena memiliki mobilitas tinggi dalam merespons kondisi darurat.
“Khusus untuk armada pemadam kebakaran yang sedang bertugas menangani Karhutla, saya minta Pertamina dan pengelola SPBU bisa memberikan prioritas saat pengisian BBM. Ini sangat menyangkut kecepatan waktu kita dalam menjinakkan api di lapangan,” kata Subandi, Senin (7/9).
Ia mengingatkan, jangan sampai armada yang telah bersiaga kehilangan waktu pemadaman hanya karena harus mengantre di SPBU. Keterlambatan tersebut dapat berdampak serius, terutama ketika petugas harus berpindah dari satu titik kebakaran ke lokasi lainnya.
Terlebih, penanganan Karhutla membutuhkan pergerakan cepat. Armada pemadam harus melintasi medan yang sulit dengan membawa beban berat, seperti tangki air dan peralatan pemadaman. “Jangan sampai petugas sudah siap tempur di lapangan, tetapi malah terkendala urusan BBM. Penanganan Karhutla itu berpacu dengan waktu, sehingga dukungan logistik untuk armada pemadam harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Subandi berharap koordinasi antara Pertamina, pengelola SPBU, dan pemerintah daerah semakin diperkuat selama masa tanggap darurat Karhutla. Menurutnya, prosedur pengisian BBM tetap harus dipatuhi, tetapi mekanismenya perlu disesuaikan agar tidak menghambat operasional armada pemadam.
Ia juga meminta ketersediaan kuota BBM bagi kendaraan operasional dipastikan aman selama masa penanganan Karhutla. Jaminan pasokan tersebut penting agar petugas dapat terus bergerak ketika harus melakukan pemadaman berulang di sejumlah lokasi.
“Kalau BBM selalu tersedia dan proses pengisiannya difasilitasi dengan cepat, armada bisa langsung meluncur seketika. Jangan sampai masalah bahan bakar malah menjadi biang hambatan operasional dalam memadamkan api,” pungkasnya. (aza)