PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kamis (10/9). Kunjungan tersebut dilakukan di SDN 2 Petuk Katimpun. Wapres didampingi Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini untuk melihat kondisi pembelajaran serta kesiapan sekolah menghadapi dampak kabut asap.
Achmad Zaini mengatakan, kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan keberlanjutan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Menurutnya, pelaksanaan pembelajaran akan menyesuaikan kondisi lingkungan demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik. “Jadi kalau misalnya hari ini bagus (kondisi udara), besok memburuk maka penyelenggaraan pendidikan dasar tentu bisa kembali ke PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh),” kata Achmad Zaini.
Ia menjelaskan, PJJ dapat kembali diterapkan apabila kualitas udara dinilai tidak memungkinkan bagi peserta didik maupun tenaga pendidik untuk beraktivitas di sekolah. Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan evaluasi terhadap kondisi kualitas udara sebagai dasar menentukan pola pembelajaran. Dengan demikian, PTM maupun PJJ dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi karhutla dan kondisi udara.
Achmad Zaini juga menyebut Wakil Presiden memberikan arahan agar pelaksanaan PTM tidak dipaksakan apabila kualitas udara berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan. “Ada saran juga dari Wakil Presiden untuk tidak dipaksakan PTM, tapi kalau memang kualitas udaranya tidak memungkinkan, ya kita PJJ,” ujarnya.
Wawali menegaskan, kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Menurutnya, penerapan PTM tidak berarti pembelajaran tatap muka harus terus dilakukan apabila kualitas udara kembali memburuk. Sekolah harus menyesuaikan kebijakan dengan kondisi lingkungan. “Pelaksanaan PTM juga ketat, tidak sembarangan. Harus dilengkapi dengan fasilitas seperti kipas angin dan penggunaan masker oleh setiap siswa dan tenaga pendidikan,” pungkasnya.