← Kembali ke https://kalteng.co/

Karhutla Kalsel Meluas, Kepala BNPB Beberkan 5 Strategi Utama Penanganan Api di Lapangan

https://kalteng.co/ • 10 September 2026 16:34
Karhutla Kalsel Meluas, Kepala BNPB Beberkan 5 Strategi Utama Penanganan Api di Lapangan

KALTENG.CO-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah cepat untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Banjarbaru pada Kamis (10/9/2026), Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto membeberkan lima arahan strategis yang wajib dieksekusi seluruh jajaran satgas di lapangan.

Suharyanto menegaskan, penanganan karhutla di Kalsel memerlukan mobilisasi penuh agar titik api tidak makin meluas, terutama pada ekosistem gambut yang rentan.

1. Penebalan Personel Satgas Darat

Langkah utama yang ditekankan adalah penambahan dan penguatan personel Satgas Darat. Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan disebut sebagai tulang punggung pemadaman.

Data per Rabu (9/9/2026) mencatat ada 27 titik kebakaran (firespot) dengan estimasi luas terdampak mencapai 132,062 hektare. Dari luas tersebut, Satgas Darat baru berhasil memadamkan sekitar 18,612 hektare (di luar pemadaman alami 4,27 hektare), sementara Satgas Udara memadamkan 32 hektare.

“Kekuatan utama untuk memadamkan api itu ada pada Satgas Darat. Semakin besar pasukannya, kita akan jauh lebih siap sehingga hasil pemadaman harian di lapangan bisa jauh lebih maksimal,” tegas Letjen TNI Suharyanto.

2. Dilarang Menumpuk Peralatan di Gudang

Suharyanto melarang keras penumpukan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di gudang-gudang penyimpanan milik BPBD provinsi maupun kabupaten/kota.

Seluruh armada tangki air, mesin pompa, hingga Alat Pelindung Diri (APD) bantuan kementerian wajib segera didistribusikan dan difungsikan langsung di titik-titik rawan api.

3. Standardisasi Data: Beda Hotspot dan Firespot

Guna menghindari kepanikan publik, BNPB meminta adanya pemisahan transparan antara data hotspot (titik panas satelit) dan firespot (titik kebakaran nyata hasil verifikasi lapangan).

Berdasarkan pemantauan satelit Sipongi Kemenhut per 9 September 2026, akumulasi luas lahan terbakar di Kalsel tercatat mencapai 8.019,63 hektare. BNPB mengimbau agar publikasi resmi mengacu pada data firespot berkategori high confidence agar informasi yang disampaikan tetap presisi.

4. Penanganan Khusus Ekosistem Lahan Gambut

Karakteristik lahan gambut di Kalsel membutuhkan teknik pemadaman mendalam dan pengawasan jangka panjang. Dari total area terdampak harian sebesar 132,062 hektare, kombinasi Satgas Darat, Udara, dan pemadaman alami telah menuntaskan pemadaman di 95,882 hektare lahan, sementara sisa 36,18 hektare masih terus ditangani secara intensif.

Suharyanto mengingatkan bahwa pemadaman pada gambut tidak boleh hanya menyasar permukaan, melainkan harus memastikan bara api di bawah tanah benar-benar padam.

“Meskipun secara data nasional luas karhutla tahun ini belum sebesar El Nino 2015 atau 2023, perhatian bapak presiden dan pemerintah pusat sangat luar biasa. Dukungan alutsista dari Kemhan dan Mabes TNI terus mengalir,” lanjutnya.

5. Integrasi Data Spasial hingga Level Tapak

Arahan terakhir mewajibkan seluruh jajaran BPBD di tingkat kabupaten dan kota untuk menguasai serta mengintegrasikan data spasial harian secara presisi. Pemetaan prioritas penanganan karhutla di Kalsel saat ini terfokus pada 8 wilayah kabupaten/kota, yaitu:

Melalui eksekusi lima arahan strategis ini, BNPB optimistis penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih terukur, cepat, dan efektif. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli