KASONGAN, Kalteng.co – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Kasongan dan sekitarnya, Kabupaten Katingan, terus meluas. Sejak Juli hingga 5 September 2026, luas lahan yang terbakar tercatat sedikitnya mencapai 135 hektare.
Data tersebut merupakan hasil pendataan penanganan Karhutla yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, khususnya di kawasan pusat kota dan wilayah sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan Markus mengatakan, angka tersebut belum mencakup keseluruhan luasan lahan terbakar di sejumlah kecamatan lainnya.
“Kalau total luasan Karhutla secara keseluruhan di tingkat kabupaten diperkirakan jauh lebih besar dibanding angka yang tercatat saat ini. Sebab, sebaran titik api melingkupi wilayah geografis yang cukup luas dan bervariasi,” jelas Markus, Rabu (9/9).
Menurutnya, hingga kini Karhutla masih terjadi di sejumlah lokasi. Kondisi cuaca panas serta vegetasi yang kering turut memperbesar risiko api cepat merambat dan meluas ke area sekitarnya.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih melakukan pemadaman dan penanganan di sejumlah titik. “Tim gabungan terus berjibaku melakukan upaya pemadaman di lapangan,” ujarnya.
Markus menyebutkan, salah satu kendala dalam penanganan Karhutla adalah sulitnya akses menuju lokasi kebakaran. Selain itu, keterbatasan sumber air di beberapa titik juga menjadi tantangan bagi petugas.
Pemerintah Kabupaten Katingan terus meningkatkan pemantauan dan patroli di wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya Karhutla sekaligus menekan munculnya titik api baru.
“Kami dari pemerintah daerah hingga kini terus melakukan pemantauan intensif dan patroli di titik-titik rawan. Upaya ini terus ditingkatkan untuk menekan lonjakan kasus Karhutla di Kabupaten Katingan,” pungkasnya. (aza)