← Kembali ke https://kalteng.co/

Fleksibilitas Kerja Remote: 10 Kebiasaan Unik WFH yang Sering Disalahartikan

https://kalteng.co/ • 09 September 2026 18:26
Fleksibilitas Kerja Remote: 10 Kebiasaan Unik WFH yang Sering Disalahartikan

KALTENG.CO-Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sering dianggap sebagai salah satu bentuk fleksibilitas kerja paling nyaman. Tanpa perlu menghadapi kemacetan jalanan, tanpa tuntutan mengenakan pakaian formal seharian, dan pekerjaan bisa diselesaikan dari sudut rumah yang jauh lebih santai dibanding ruang kantor.

Namun, kebebasan ini kerap menciptakan sejumlah kebiasaan yang terdengar aneh, kurang profesional, atau bahkan dinilai buruk oleh orang yang terbiasa bekerja di lingkungan kantor konvensional. Mengikuti rapat dengan atasan piyama, membalas email dari balik selimut, hingga menggunakan waktu istirahat untuk melipat pakaian adalah beberapa contohnya.

Bagi para pekerja remote, kebiasaan tersebut bukan menandakan rasa malas atau sikap tidak bertanggung jawab. Selama hasil kerja tuntas tepat waktu, komunikasi dengan tim berjalan lancar, dan target utama terpenuhi, fleksibilitas justru menjadi kunci produktivitas.

Melansir dari YourTango, berikut adalah 10 kebiasaan unik saat WFH yang kerap disalahartikan, padahal sepenuhnya normal dilakukan oleh pekerja remote.

1. Bekerja dari Tempat Tidur

Bagi pekerja kantor, kasur adalah tempat untuk tidur. Namun bagi pekerja remote, tempat tidur sesekali menjadi area paling nyaman untuk menyelesaikan tugas awal hari, seperti memeriksa pesan masuk atau menyusun daftar prioritas kerja.

2. Mengatur Penampilan Hanya untuk Bagian yang Terlihat di Kamera

Pakaian Rapi di Atas, Piyama di Bawah (Zoom shirt). Konsep ini sangat awam di dunia kerja jarak jauh. Mengenakan kemeja rapi saat rapat virtual tetapi tetap memakai celana pendek atau piyama adalah cara praktis menghemat waktu dan tenaga.

3. Memanfaat Waktu Istirahat untuk Pekerjaan Rumah Tangga

Menggunakan jeda istirahat makan siang untuk menyapu, mencuci piring, atau melipat pakaian bukanlah bentuk kelalaian. Kegiatan fisik ringan ini justru sering menjadi sarana refreshing otak setelah berjam-jam menatap layar komputer.

4. Mulai Bekerja Tanpa Mandi Terlebih Dahulu

Tidak ada keharusan untuk mandi pagi sebelum membuka laptop, selama tidak ada jadwal rapat video di pagi hari. Banyak pekerja remote memilih langsung fokus menyelesaikan tugas rumit di pagi hari dan baru mandi saat jeda makan siang.

5. Mengobrol dengan Hewan Peliharaan atau Diri Sendiri

Suasana rumah yang tenang terkadang membuat pekerja merindukan interaksi sosial. Mengajak bicara hewan peliharaan atau bergumam pada diri sendiri saat memecahkan masalah adalah hal wajar untuk menjaga fokus dan kesehatan mental.

6. Bekerja dengan Jam Kerja yang Tidak Biasa

Selama perusahaan menerapkan sistem berbasis hasil (output-based), waktu kerja bisa sangat fleksibel. Sebagian orang merasa lebih produktif di subuh hari atau larut malam, lalu mengambil jeda panjang di siang hari.

7. Mematikan Kamera Saat Rapat Virtual

Mematikan kamera bukan berarti tidak menyimak rapat. Banyak pekerja memilih mematikan kamera (cam off) untuk menghemat energi mental, menghindari Zoom fatigue, atau sekadar merasa lebih fokus mendengarkan tanpa perlu memikirkan ekspresi wajah.

8. Pindah-Pindah Tempat Bekerja dalam Sehari

Berpindah dari meja kerja ke sofa, lalu ke meja makan, hingga ke area teras rumah membantu menjaga kreativitas. Lingkungan yang berganti-ganti dapat mencegah rasa bosan dan kejenuhan kerja (burnout).

9. Menyiapkan Makanan atau Camilan di Tengah Jam Kerja

Mengambil camilan di dapur atau memasak makanan cepat saji kapan saja adalah keuntungan fleksibilitas rumah. Hal ini menggantikan kebiasaan snacking atau membeli kopi di luar yang biasa dilakukan di kantor.

10. Menggabungkan Waktu Kerja dan Istirahat Secara Fleksibel

Pekerja remote jarang bekerja secara nonstop delapan jam penuh di depan meja. Mereka cenderung bekerja dalam interval fokus tinggi, diselingi istirahat singkat, lalu dilanjutkan kembali hingga seluruh tanggung jawab harian selesai.

Kebiasaan-kebiasaan di atas mungkin terasa asing bagi budaya kantor tradisional. Namun dalam ekosistem kerja remote, tolok ukur utama keberhasilan adalah kinerja dan hasil akhir, bukan profesionalisme formalitas visual semata. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli