← Kembali ke https://kalteng.co/

Terbukti! Suhu Gambut Turun Drastis dari 100°C ke 10°C, Kapolda Kalteng Uji Cairan Pemadam Surfaktan

https://kalteng.co/ • 08 September 2026 17:00
Terbukti! Suhu Gambut Turun Drastis dari 100°C ke 10°C, Kapolda Kalteng Uji Cairan Pemadam Surfaktan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Upaya menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus dilakukan dengan berbagai metode. Terbaru, Polda Kalimantan Tengah menguji penggunaan cairan surfaktan untuk membasahi kembali lahan gambut yang sebelumnya telah dipadamkan.

Pengujian tersebut berlangsung di lokasi karhutla kawasan Petuk Ketimpun, Kota Palangka Raya, Selasa (8/9/2026) pagi. Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan turun langsung bersama sejumlah pejabat utama (PJU) untuk melakukan pembasahan menggunakan cairan tersebut.

Langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan. Meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan, lahan gambut masih menyimpan potensi bara di dalam tanah yang sewaktu-waktu dapat kembali memunculkan api.

“Hari ini saya melakukan pembasahan di area di mana mungkin kita ketahui kemarin sudah kita berhasil padamkan. Namun, kita tahu karena ini lahan gambut, pasti masih ada api di dalamnya,” kata Iwan.

Untuk mengantisipasi munculnya kembali api, cairan surfaktan digunakan dalam proses pembasahan. Menurut Iwan, cairan tersebut memiliki kemampuan untuk membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus menurunkan suhu panas pada lahan yang terbakar.

“Dan hari ini saya melakukan pembasahan dengan menggunakan cairan surfaktan yang bisa memadamkan api lebih cepat dan juga menjadi lebih dingin lebih cepat,” ujarnya.

Dalam pengujian tersebut, Polda Kalteng mendapat dukungan dari Polda Kalimantan Selatan. Bahkan, Bidlabfor Polda Kalsel turut mengirimkan cairan surfaktan untuk digunakan dalam proses pembasahan di lokasi karhutla.

“Kami dibantu oleh Polda Kalsel dan juga Bidlabfor Polda Kalsel yang mengirimkan, saat ini ada seribu liter, dan kami gunakan untuk pembasahan,” ungkap Iwan.

Efektivitas cairan tersebut kemudian diuji menggunakan drone thermal. Hasil pemantauan menunjukkan perubahan suhu yang cukup drastis setelah lahan dilakukan pembasahan menggunakan cairan surfaktan.

“Dan saya sudah melihat hasilnya sangat efektif ketika kita tes dengan menggunakan drone thermal. Pada saat sebelum pembasahan itu, panasnya di atas 100 derajat Celsius. Dan ketika sudah dibasahkan, sudah bisa sampai mencapai 10 sampai 20 derajat Celsius,” jelasnya.

Tak hanya menurunkan suhu, proses pemadaman juga berlangsung relatif cepat. Iwan menyebut api di lokasi pengujian dapat padam dalam waktu kurang dari satu menit, disusul penurunan suhu secara drastis.

“Sebentar saja, tidak sampai satu menit sudah langsung padam dan langsung dingin, dan suhunya langsung turun drastis,” tegas Iwan.

Ke depan, penggunaan cairan surfaktan tersebut masih akan dikoordinasikan dengan Polda Kalsel. Polda Kalteng juga membuka kemungkinan untuk memproduksi cairan tersebut secara mandiri agar penanganan karhutla dapat dilakukan lebih efisien.

“Nanti kami akan koordinasi dengan Pak Kapolda Kalsel karena dari tim juga sudah datang, apakah nanti kami juga akan diajari untuk memproduksi sendiri supaya lebih efisien atau nanti untuk sementara kami masih mendapatkan bantuan dari Polda Kalsel,” pungkasnya. (oiq)

 

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli