← Kembali ke https://kalteng.co/

Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Distribusi Pertalite Terkendala Karhutla

https://kalteng.co/ • 08 September 2026 05:10
Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Distribusi Pertalite Terkendala Karhutla

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya, Minggu (6/9/2026). Kondisi tersebut terjadi di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pantauan di lapangan, antrean kendaraan terlihat mengular di SPBU Pertamina Palangka Raya Kilometer 2, Jalan Cilik Riwut. Antrean bahkan memanjang hingga mendekati kawasan Toko Roti Boy.

Kendaraan yang hendak mengisi BBM diarahkan petugas ke tiga jalur antrean di luar area SPBU. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus cukup lama berada di ruang terbuka di tengah paparan kabut asap. Sejumlah pengendara terlihat mengenakan masker untuk mengurangi paparan asap. Namun, masih ada pula pengendara yang tidak menggunakan pelindung pernapasan. Bahkan, beberapa warga mulai mengalami batuk saat menunggu giliran mengisi BBM.

Pada saat bersamaan, kualitas udara Kota Palangka Raya terpantau berada pada kondisi sangat buruk konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 415,2 ?g/m³ dan masuk kategori berbahaya. Antrean panjang BBM ini kembali terjadi setelah sebelumnya kondisi serupa sempat berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Saat itu, Pertamina menyampaikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman dan tidak terdapat kendala pasokan.

Sales Area Manager (SAM) Pertamina Kalimantan Tengah, Donny Prasetya, mengatakan antrean kali ini dipengaruhi kondisi kemarau dan karhutla yang berdampak terhadap proses distribusi BBM menuju SPBU. “Karena faktor kemarau dan karhutla menjadi salah satu faktor adanya keterlambatan pengiriman ke SPBU,” kata Donny, Minggu (6/9/2026).

Pengemudi Ojol Kehilangan Order

Menurutnya, kondisi kemarau dan kekeringan membuat arus pasang surut menjadi lebih dinamis dibandingkan kondisi normal. Selain itu, kabut asap yang mengganggu jarak pandang juga membuat mobil tangki BBM harus menyesuaikan kecepatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Sebagai langkah mitigasi, Pertamina mulai melibatkan Depot Sampit untuk membantu mempercepat distribusi BBM, khususnya Pertalite, menuju sejumlah SPBU di Palangka Raya. “Sebagai mitigasi kami dibantu oleh Depot Sampit untuk membantu pengiriman BBM, khususnya Pertalite agar penyaluran ke SPBU Palangka Raya bisa lebih cepat,” jelasnya.

Donny menyebut langkah mitigasi tersebut mulai dilakukan pada Minggu (6/9/2026), setelah jembatan di Kasongan kembali dapat dilalui mobil tangki BBM. Terkait kapan antrean di SPBU kembali normal, Pertamina berharap kondisi tersebut dapat segera teratasi. “Kami harapkan secepatnya,” ujarnya.

Donny juga membantah adanya isu mengenai pengurangan volume pengiriman BBM ke SPBU. Ia menjelaskan, jumlah pengiriman disesuaikan dengan sejumlah faktor, termasuk kapasitas tangki SPBU saat pengiriman dan ketersediaan loading order ketika pemesanan dilakukan.

Sementara itu, salah seorang pengemudi ojek online, Tio, mengaku memilih mengantre di SPBU karena harga Pertalite dinilai lebih terjangkau dibandingkan BBM eceran. Ia mengatakan baru sekitar 30 menit berada dalam antrean, tetapi sudah kehilangan kesempatan menerima pesanan dari pelanggan. “Kalau ngantri lama, padahal waktunya bisa digunakan buat cari customer Sangat dirugikan.

Ini saja saya mengantri 30 menit sudah kelewat dua orderan yang tidak saya terima,” ungkapnya. Di tengah kondisi kabut asap, Tio memilih menggunakan masker karena khawatir terpapar asap. Ia mengaku sebelumnya sempat mengalami batuk. Ia berharap persoalan karhutla dan berbagai dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dapat segera mendapat perhatian dan penanganan dari pemerintah. (aza)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli