← Kembali ke https://kalteng.co/

Bukannya Bikin Segar, 6 Cara Mandi Seperti Ini Justru Bikin Kulit Rusak

https://kalteng.co/ • 07 September 2026 13:45
Bukannya Bikin Segar, 6 Cara Mandi Seperti Ini Justru Bikin Kulit Rusak

KALTENG.CO-Mandi bukan sekadar rutinitas harian untuk membilas keringat dan kotoran setelah beraktivitas. Bagi banyak orang, guyuran air di tubuh menjadi momen pas untuk melepas lelah dan menyegarkan pikiran.

Namun, pernahkah kamu merasakan kulit justru terasa tertarik, gatal, atau bersisik sesaat setelah mandi? Jika iya, bisa jadi ada yang salah dengan caramu membersihkan diri. Sejumlah kebiasaan yang terlihat sepele ternyata berisiko mengikis lapisan minyak alami (sebum) yang berfungsi melindungi kelembapan kulit.

Merujuk informasi dari English Jagran, berikut enam kesalahan saat mandi yang sering tidak disadari dan dampaknya bagi kesehatan kulit:

1. Mandi Menggunakan Air Yang Terlalu Panas

Air hangat memang ampuh merenggangkan otot yang tegang. Namun, suhu air yang terlalu tinggi dapat merusak lapisan pelindung outer kulit (skin barrier). Air panas melarutkan minyak alami kulit jauh lebih cepat daripada air biasa, sehingga memicu kondisi kulit kering, kemerahan, hingga iritasi parah.

2. Durasi Mandi Yang Terlalu Lama

Berlama-lama di bawah shower memang menyenangkan. Tapi, makin lama kulit terpapar air dan sabun, makin banyak pula kelembapan alami yang terkikis. Durasi mandi yang disarankan para ahli kesehatan kulit sebenarnya cukup berkisar antara 5 hingga 10 menit saja.

3. Menggosok Kulit Terlalu Keras

Keinginan untuk memastikan tubuh benar-benar bersih sering kali membuat seseorang menggosok kulit secara berlebihan, baik menggunakan tangan, loofah, maupun handuk. Gesekan keras ini dapat menimbulkan luka mikro pada kulit dan merusak skin barrier, yang berujung pada reaksi gatal dan peradangan.

4. Menggunakan Sabun Bermusuh Kering (Harsh Soaps)

Pemilihan produk pembersih tubuh sangat menentukan kesehatan kulit. Sabun yang mengandung busa melimpah, wewangian tajam, atau bahan antibakteri yang kuat kerap kali memiliki pH tinggi. Jenis sabun ini rentan membuat kulit terasa kaku dan tertarik seusai dibilas. Baiknya, pilih sabun berbahan lembut (gentle cleanser) yang dilengkapi pelembap.

5. Eksfoliasi Berlebihan (Over-Exfoliating)

Proses pengangkatan sel kulit mati atau eksfoliasi memang penting agar kulit tampak cerah. Namun, melakukannya setiap hari—baik dengan scrub kasar maupun bahan kimia—justru menipiskan lapisan kulit sehat. Batasi aktivitas eksfoliasi maksimal 1–2 kali seminggu.

6. Melewatkan Penggunaan Pelembap Setelah Mandi

Kesalahan paling umum adalah menunda atau bahkan tidak mengoleskan pelembap setelah tubuh dikeringkan. Waktu terbaik untuk mengunci kelembapan adalah 3 menit pertama setelah mandi, saat kondisi kulit masih agak lembap. Melewatkan golden moment ini membuat kadar air di dalam kulit menguap dengan cepat ke udara.

Menjaga kesehatan kulit tidak hanya bergantung pada produk skincare mahal yang digunakan, tetapi juga dari kebiasaan dasar sehari-hari. Dengan menyesuaikan suhu air, membatasi durasi mandi, serta rutin mengoleskan pelembap, kamu bisa menjaga kulit tetap kenyal, halus, dan terhindar dari iritasi. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli