← Kembali ke https://kalteng.co/

Cegah Api Merembet ke Taman Nasional, Satgas Karhutla Kalteng Siapkan Sumur Bor & Water Bombing

https://kalteng.co/ • 07 September 2026 11:38
Cegah Api Merembet ke Taman Nasional, Satgas Karhutla Kalteng Siapkan Sumur Bor & Water Bombing

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membara di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21 hingga Km 23, Desa Marang, Kota Palangka Raya. Api yang sebelumnya berhasil dipadamkan kembali muncul setelah diterpa angin kencang.

Kondisi tersebut membuat tim gabungan harus kembali berjibaku melakukan pemadaman. Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran turun langsung meninjau lokasi karhutla, Sabtu (5/9/2026) malam.

Di lokasi, Kapolda memastikan seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla terus dikerahkan. Mulai dari BPBD, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, TNI, Polri hingga para relawan bahu-membahu mengendalikan kobaran api.

“Malam hari ini Bapak Gubernur juga hadir. Kami sama-sama ada Satgas, BPBD, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, TNI, Polri semua, kita bersama-sama berupaya untuk mengatasi kebakaran ini,” ujar Iwan.

Pemerintah dan tim gabungan sepakat mengoptimalkan sumur-sumur bor yang akan menjadi sumber air untuk mempercepat proses pemadaman di sepanjang kawasan terdampak.

“Untuk mempercepat pemadaman, malam ini disepakati akan dioptimalkan pembuatan sumur-sumur bor sepanjang hampir 3 kilometer sebagai sumber air. Selain itu, jika visibility besok bagus, akan dilakukan water bombing dari udara,” jelas Kapolda.

Menurut Iwan, tim Satgas Karhutla TNI-Polri bersama instansi terkait dan relawan telah bekerja siang dan malam. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan api tidak kembali menjalar dan mengancam kawasan lain.

“Untuk saat ini, luas lahan yang terbakar kurang lebih 20 hektare. Sebagian besar sudah padam dan saat ini fokus pada proses pelokalan,” ungkapnya.

Meski sebagian besar api telah berhasil dikendalikan, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Tim masih melakukan penyekatan dan blocking di sejumlah titik untuk mencegah bara kembali menjalar.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah api merembet ke kawasan Taman Nasional. Kondisi angin yang dapat berubah sewaktu-waktu menjadi salah satu faktor yang harus diantisipasi.

“Harapannya pemadaman ini dapat mengantisipasi agar api tidak meluas sekaligus merembet ke kawasan Taman Nasional dengan membuat penyekatan dan blocking,” pungkasnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli