KALTENG.CO-Lisa BLACKPINK kembali memperlihatkan sisi personal yang selama ini jarang tersingkap oleh publik. Lewat film dokumenter terbarunya bertajuk “Always Lalisa”, penyanyi asal Thailand tersebut membagikan kisah perjuangan dan dilema emosional yang ia hadapi sejak memutuskan merintis karier di industri hiburan pada usia yang sangat muda.
Perjalanan panjang dari seorang remaja 14 tahun yang merantau ke negara asing hingga menjadi salah satu megabintang global paling berpengaruh, membentuk sudut pandang baru bagi Lisa tentang arti kebebasan.
Tekanan Masa Trainee dan Bayang-Bayang Budaya K-Pop
Lisa mengenang momentum saat ia pindah dari Thailand ke Korea Selatan pada 2011 silam. Menjalani masa trainee di usia yang masih sangat belia memaksanya berhadapan dengan lingkungan yang penuh persaingan, evaluasi bulanan yang ketat, serta ekspektasi tinggi untuk terus tampil sempurna.
Tekanan bertahun-tahun tersebut diakui Lisa sempat membuatnya kesulitan untuk menyuarakan isi pikiran secara bebas maupun menjalani kehidupan personal yang wajar. Setelah bertahun-tahun melewati berbagai fase kesuksesan bersama BLACKPINK, idol kelahiran 1997 ini mengaku baru sekarang merasa benar-benar memegang kendali penuh atas jalannya sendiri.
Buka Suara Soal Percintaan dan Inspirasi Lagu “Dream”
Salah satu sorotan menarik dalam dokumenter ini adalah ketika Lisa menyinggung soal kehidupan percintaannya di masa lalu. Ia mengungkapkan pernah beberapa kali menjalin hubungan asmara saat usianya lebih muda, namun memilih untuk menyembunyikannya rapat-rapat dari publik.
Di industri K-pop, kabar kencan seorang idol kerap berdampak besar pada respons penggemar hingga stabilitas popularitas grup. Bagi Lisa, merahasiakan asmara bukan cuma demi melindungi privasi pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab moral agar tindakannya tidak merugikan rekan-rekan satu grupnya di BLACKPINK.
Pengalaman masa lalu tersebut turut menginspirasi lahirnya trek bertajuk “Dream” di album solo terbarunya, Alter Ego. Menariknya, sebelum merilis lagu tersebut, Lisa menyempatkan diri meminta izin kepada sosok yang menjadi inspirasi di balik liriknya—tentu saja dengan syarat identitas sang mantan tetap dirahasiakan.
Eksplorasi Karier Bersama LLOUD dan Jadwal Rilis Dokumenter
Kini, pemilik nama lengkap Lalisa Manobal tersebut mulai menikmati independensi yang lebih besar. Sejak mendirikan agensi independennya sendiri, LLOUD, pada 2024, ia kian leluasa mengepakkan sayap di berbagai lini—mulai dari proyek musik solo, dunia seni peran, hingga pertunjukan skala internasional.
Dokumenter “Always Lalisa” merekam perjalanan transisi penting ini secara intim, mencakup:
-
Proses kreatif di balik pembuatan album solo.
-
Persiapan di belakang panggung untuk pertunjukan besarnya.
-
Momen hangat dan bersahaja bersama keluarga serta lingkaran terdekatnya.
Jadwal Tayang Dokumenter “Always Lalisa”
Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan perjalanan emosional sang idola, berikut garis waktu perilisannya:
-
11 September 2026: Tayang perdana (world premiere) di Toronto International Film Festival.
-
12 Oktober 2026: Perilisan terbatas di sejumlah bioskop global dan jaringan IMAX.
-
Akhir Tahun 2026: Hadir secara eksklusif untuk audiens global melalui platform YouTube Premium.
Melalui dokumenter ini, Lisa menegaskan transformasinya: dari seorang trainee yang menahan diri demi impian, menjadi sosok perempuan mandiri yang kini semakin berani menentukan jalan hidupnya sendiri.