KALTENG.CO-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca berawan hingga berawan tebal akan mendominasi wilayah sejumlah kota besar di Indonesia pada Sabtu (5/9/2026) ini.
Meski demikian, potensi hujan ringan dan fenomena udara kabur masih mengintai beberapa daerah.
Dalam siaran harian resmi BMKG yang dipantau dari Jakarta, Prakirawan BMKG Henokhvita menjelaskan bahwa dinamika atmosfer hari ini dipengaruhi oleh terbentuknya pola pertemuan dan perlambatan angin di berbagai titik Indonesia.
Wilayah Barat: Dominasi Awan hingga Udara Kabur
Untuk Indonesia bagian barat, mayoritas kota pusat pemerintahan dan ekonomi diprediksi diselimuti awan tebal.
-
Berawan hingga Berawan Tebal: Banda Aceh, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
-
Potensi Hujan Ringan: Medan, Padang, serta Tanjung Selor.
-
Kondisi Udara Kabur: Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, dan Samarinda.
-
Potensi Asap/Kabut: Bandar Lampung.
Wilayah Timur: Cuaca Cenderung Cerah Berawan, Sejumlah Titik Waspada Asap
Sementara itu di kawasan Indonesia bagian timur, kondisi cuaca bervariasi dari cerah berawan hingga berawan tebal di sebagian besar kota utama, meliputi Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Jayapura, hingga Merauke.
Namun, beberapa wilayah tetap perlu mewaspadai perubahan cuaca lokal:
-
Hujan Ringan: Palu, Mamuju, dan Sorong.
-
Udara Kabur: Manokwari dan Nabire.
-
Potensi Asap/Kabut: Jayawijaya.
Pemicu Cuaca: Konvergensi dan Konfluensi Angin
Terbentuknya awan-awan hujan di sejumlah daerah ini tidak lepas dari adanya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) serta daerah pertemuan angin (konfluensi).
Catatan BMKG:
Zona Konvergensi: Membentang mulai dari Aceh, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, hingga Papua.
Zona Konfluensi: Terpantau di perairan barat dan utara Aceh, Teluk Thailand, Laut China Selatan, serta Samudra Pasifik sebelah timur Filipina.
Kondisi atmosferik tersebut secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan (cumulonimbus) di sepanjang jalur lintasannya.
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan selalu memantau pembaruan informasi cuaca terkini melalui aplikasi serta kanal komunikasi resmi BMKG. (*/tur)