← Kembali ke https://kalteng.co/

Prabowo Ajak Ulama dan Santri Jadikan Isu Palestina Pemicu Kemajuan Bangsa: Free Palistine!

https://kalteng.co/ • 19 September 2026 16:25
Prabowo Ajak Ulama dan Santri Jadikan Isu Palestina Pemicu Kemajuan Bangsa: Free Palistine!

KALTENG.CO-Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penegasan sikap dan dukungan penuh Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Momen emosional tersebut terjadi dalam gelaran Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pada Sabtu (19/9/2026).

Di atas mimbar Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Darussalam Gontor, Presiden Prabowo menyapa satu per satu duta besar negara sahabat yang hadir. Suasana mendadak riuh saat kepala negara menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A. K. Alsattari.

Presiden Prabowo secara tegas menyerukan kepeduliannya bagi rakyat Palestina di hadapan ribuan santri dan ulama.

”Free Palestine, Free Palestine, Free Palestine!” pekik Presiden Prabowo dari atas mimbar, disambut riuk tepuk tangan para hadirin.

Momen Haru Pelukan dan Pengalungan Keffiyeh

Aksi tegas Presiden Prabowo langsung direspons hangat oleh Dubes Abdalfatah. Diplomasi emosional terjadi ketika Dubes Palestina tersebut berjalan menghampiri presiden ke atas panggung utama.

Ia kemudian mengalungkan keffiyeh—kain motif khas yang melambangkan simbol perjuangan rakyat Palestina—ke leher Presiden Prabowo. Keduanya lantas saling berpelukan erat sebagai bentuk solidaritas dan persaudaraan antarnegara. Momen ini turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.

Keprihatinan atas Penderitaan Rakyat Palestina

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa prihatin mendalam atas konflik kemanusiaan yang terus menimpa warga Palestina. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah berpaling dari rasa sakit yang dirasakan bangsa tersebut.

”Saya tadi ingat saudara-saudara kita di Palestina, mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” tutur Prabowo.

Ia menambahkan bahwa rasa prihatin tidak boleh berhenti hanya sebatas ungkapan simpati di atas kertas, melainkan harus diubah menjadi pendorong kemajuan bangsa.

Pesan Sentral untuk Santri dan Ulama: Indonesia Harus Kuat

Di hadapan para kiai, ulama, pendidik, dan ribuan santri Gontor, Presiden Prabowo menyerukan pentingnya membangun kemandirian dan kekuatan nasional. Pengalaman penderitaan bangsa lain harus menjadi pelecut agar Indonesia tumbuh menjadi negara yang tangguh.

”Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini. Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak,” tegasnya.

Presiden mengingatkan bahwa dalam hukum geopolitik, bangsa yang lemah rentan ditindas oleh kekuatan luar. Oleh sebab itu, persatuan nasional dan penguatan pendidikan di pesantren menjadi kunci utama penjagaan kedaulatan.

”Kita harus jadi bangsa yang kuat. Jangan sampai Indonesia diinjak-injak oleh bangsa lain,” pungkas Prabowo menutup amanatnya. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli