← Kembali ke https://kalteng.co/

Kabut Asap Makin Pekat, Puskesmas Menteng Buka Ruang Oksigen 24 Jam

https://kalteng.co/ • 18 September 2026 18:24
Kabut Asap Makin Pekat, Puskesmas Menteng Buka Ruang Oksigen 24 Jam

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memberi tekanan terhadap kesehatan warga Palangka Raya. Puskesmas Menteng mencatat adanya peningkatan gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kondisi tersebut membuat fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan. Puskesmas Menteng bahkan menyiagakan ruang oksigen yang dapat digunakan masyarakat selama 24 jam.

Plt Kepala Puskesmas Menteng, Didik Purwanto, mengatakan pelayanan kesehatan tetap berjalan normal. Namun, ruang oksigen disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap. “Pelayanan Puskesmas tetap seperti biasa, tetapi kami menambahkan layanan ruang oksigen. Ruang oksigen di Puskesmas Menteng sudah kami siapkan dan buka 24 jam sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat langsung datang,” katanya, Jumat (18/9/2026).

Selain layanan oksigen, Puskesmas Menteng juga membagikan masker gratis kepada masyarakat yang datang berobat. Masker tersebut diberikan sebagai salah satu upaya mengurangi paparan partikel dari kabut asap yang masuk melalui saluran pernapasan. Menurut Didik, kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap perlu diwaspadai karena dapat memicu gangguan pernapasan. Dari pemantauan pelayanan kesehatan, pihaknya mulai melihat adanya peningkatan kasus ISPA.

“Memang ada sedikit peningkatan kasus gangguan saluran pernapasan atau ISPA. Dampaknya perlu diwaspadai, terutama pada kelompok rentan,” ujarnya. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), dan ibu hamil diminta mendapat perhatian lebih selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Palangka Raya. Mereka dinilai lebih membutuhkan perlindungan dari paparan udara yang tidak sehat.

Sementara itu, Dashboard Karhutla Kota Palangka Raya mencatat 66 kasus ISPA yang dilaporkan delapan puskesmas hingga 17 September 2026. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran dampak kesehatan yang perlu diperhatikan di tengah kondisi karhutla dan kabut asap.

Didik mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi udara saat ini. Penggunaan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan partikel dari udara tercemar.

“Jika tidak ada keperluan yang benar-benar diperlukan, sebaiknya tetap berada di dalam rumah. Apabila muncul gejala seperti sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya, segera datang ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan,” pungkasnya. (oiq)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli