← Kembali ke https://kalteng.co/

Usung Genre Island Pop, no na Bawa Identitas Indonesia ke Panggung Dunia: Yuk, Kenalan!

https://kalteng.co/ • 18 September 2026 17:40
Usung Genre Island Pop, no na Bawa Identitas Indonesia ke Panggung Dunia: Yuk, Kenalan!

KALTENG.CO-Girl group asal Indonesia bentukan label internasional 88rising, no na, resmi membuka babak baru dalam karier musik mereka. Grup yang digawangi Baila Fauri, Christy Gardena, Esther Geraldine, dan Shazfa Adesya ini meluncurkan album debut penuh bertajuk island girl pada Jumat (18/9/2026).

Album yang memuat 15 track ini menjadi penanda kuat misi mereka dalam mengusung genre Island Pop—sebuah perpaduan segar antara nuansa tropis Nusantara dengan pengaruh musik global seperti R&B, dangdut, new jack swing, hingga synth-funk.

Uniknya, keberagaman warna musik no na lahir dari latar belakang masing-masing personel yang sangat bervariasi. Mulai dari alumni ajang pencarian bakat, penari balet, hingga kreator digital.

Profil 4 Anggota no na

1. Baila Fauri: Dari Panggung Idol Junior ke Industri Global

Baila Fauri bukan sosok asing bagi pecinta musik tanah air. Lahir di Jakarta pada 28 September 2001, Baila mengawali kariernya dengan menembus babak enam besar Indonesian Idol Junior 2014.

Setelag itu, ia konsisten bersolo karier, merilis karya mandiri, dan aktif mengunggah cover lagu. Pengalaman vokal solonya yang matang menjadi fondasi kuat saat ia bergabung dalam formasi no na untuk mengolah harmoni vokal dan koreografi grup.

2. Christy Gardena: Penari Balet Berbakat dari Lombok

Berasal dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, Christy Gardena membawa kekuatan performa panggung lewat latar belakang tari yang kuat. Ia telah menekuni balet sejak muda, bahkan sempat menjadi pengajar balet.

Prestasi tingkat internasional pernah diraihnya saat menyabet Juara 3 kategori Duo pada International Dance Asia Competition 2019. Di dalam grup no na, Christy tidak hanya berperan penting dalam eksekusi koreografi, tetapi juga mengisi posisi sebagai rapper.

3. Esther Geraldine: Jebolan Indonesian Idol dan Penulis Lagu

Esther Geraldine melengkapi warna vokal no na melalui pengalamannya di Indonesian Idol Musim ke-10 (2019). Saat itu, langkahnya bertahan hingga babak Top 18 sebelum tereliminasi di tahap Final Showcase.

Selain dibekali teknik vokal yang matang, Esther juga memiliki musikalitas dalam menulis lagu (songwriting). Ia resmi melengkapi formasi empat anggota no na setelah diajak bergabung sekitar enam bulan pascapertemuan tiga anggota awal di Head in the Clouds Festival Jakarta 2022.

4. Shazfa Adesya: Perpaduan Tari, Akademis, dan Dunia Digital

Lahir di Jakarta pada 18 April 2003, Shazfa Adesya merupakan salah satu anggota termuda. Ia menempuh pendidikan tinggi di University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia, mengambil jurusan Media in Public Relations and Advertising.

Di samping kesibukan akademisnya, Shazfa aktif dalam komunitas K-pop dance di kampus dan berpengalaman sebagai digital content creator serta Key Opinion Leader (KOL). Latar belakang ini memberinya fleksibilitas tinggi dalam berekspresi secara visual dan media sosial.

Mengangkat Identitas Indonesia ke Kancah Internasional

Sejak debut lewat single “Shoot” pada Mei 2025, no na konsisten menyelipkan elemen budaya Nusantara ke dalam karya-karya modern mereka:

Eksplorasi tersebut kian matang di album island girl. Lewat 15 lagu—di antaranya Star, Seafood Diet, Party in the +62, hingga Durian—no na merangkum narasi tentang persahabatan, feminitas, dan proses pendewasaan. Visual album mereka pun secara khusus mengadaptasi pose tari tangan khas Indonesia yang disajikan secara modern.

Melalui island girl, no na tak sekadar merilis album debut, melainkan menegaskan posisi mereka sebagai representasi pop Indonesia yang siap bersaing di panggung internasional. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli