PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kota Tangerang. Kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya menggali inovasi dalam pengelolaan perpustakaan, penguatan literasi masyarakat, serta modernisasi layanan berbasis teknologi.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Drs. H. Sugiyarto, bersama jajaran anggota Komisi III. Dalam kunjungan tersebut, mereka melakukan studi komparasi sekaligus meninjau langsung berbagai fasilitas dan program layanan yang diterapkan Perpusda Kota Tangerang.
“Perkembangan dunia literasi dan perpustakaan di Kalteng memerlukan terobosan nyata yang selaras dengan kebutuhan zaman. Kami melihat Perpustakaan Umum Daerah Kota Tangerang telah berhasil membangun fasilitas literasi yang modern, ramah anak, dan responsif terhadap kemajuan teknologi,” ujar Sugiyarto baru-baru ini.
Menurutnya, pengalaman dan tata kelola yang diterapkan Perpusda Kota Tangerang dapat menjadi bahan acuan untuk dikembangkan di Kalimantan Tengah, dengan menyesuaikan kebutuhan serta karakteristik daerah. Komisi III juga menilai perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku. Keberadaannya perlu dikembangkan menjadi pusat kegiatan masyarakat, ruang berkreasi, sekaligus tempat pembelajaran sepanjang hayat.
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari pengembangan ekosistem literasi digital, penyediaan sarana yang inklusif, hingga strategi meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan anak-anak dan generasi muda.
Dari sisi digitalisasi, Komisi III mencermati penggunaan aplikasi perpustakaan digital serta kemudahan masyarakat dalam mengakses koleksi buku elektronik atau e-book. Teknologi juga diterapkan dalam pencarian buku, pendaftaran anggota hingga proses peminjaman.
Selain itu, rombongan meninjau sejumlah fasilitas, seperti area pelayanan publik, ruang baca anak interaktif, Pojok Baca Digital (Pocadi), ruang diskusi dan multimedia. Penataan interior yang nyaman serta dukungan jaringan internet turut menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut.
Komisi III DPRD Kalteng kemudian menghimpun sejumlah masukan yang dapat menjadi bahan pengembangan perpustakaan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Di antaranya digitalisasi katalog dan koleksi buku, penyediaan ruang literasi inklusif bagi anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas, serta penguatan kemitraan dengan sekolah, komunitas baca dan pegiat literasi.
Sugiyarto menegaskan, hasil kunjungan lapangan tersebut akan menjadi bahan bagi Komisi III dalam mengawal kebijakan anggaran dan program prioritas bersama pemerintah daerah.
“Kenyamanan ruang baca dan kemudahan akses berbasis digital adalah kunci utama untuk menarik minat kunjungan masyarakat. Pembelajaran berharga dari peninjauan lapangan ini akan menjadi bahan rumusan Komisi III dalam mengawal kebijakan anggaran serta program kerja prioritas bersama dinas terkait di Provinsi Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Hasil kunjungan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui rapat kerja dengan mitra pemerintah daerah. Komisi III juga mendorong dukungan anggaran yang memadai untuk pembenahan sarana dan prasarana perpustakaan umum di Kalimantan Tengah. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat modernisasi layanan perpustakaan sekaligus memperluas akses literasi masyarakat, sehingga perpustakaan mampu menjadi ruang belajar yang inklusif dan menarik bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalteng. (bam)